Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibu Hamil Kader Jumantik Korban Kedua Teror Penembakan di Ciracas, Benarkan Karena Peluru Nyasar ?

Misteri penembakan di Ciracas masih belum terkuak, ibu hamil ternyata korban kedua diduga peluru nyasar, polisi didesak segera ungkap teror penembakan

Ibu Hamil Kader Jumantik Korban Kedua Teror Penembakan di Ciracas, Benarkan Karena Peluru Nyasar ?
Istimewa
Ilustrasi penembakan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus penembakan di Ciracas tepatnya di Jalan Kampung Baru I masih misteri.

Penembakan terhadap Anah (41), kader Jumantik RT 09/RW 09, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu (24/3/2021) bukan peristiwa yang pertama.

Sebelumya ada korban penembakan lain di Ciracas bernama Demin Sitinjak (69).

Dari dua teror penembakan itu, jajaran Polrestro Jakarta Timur hingga kini belum dapat mengungkapnya.

Ibu jumantik kena tembak
Warga RT 09 RW 09 saat memberikan pertolongan kepada Anah (41) yang pingsan di Ciracas, Jakarta Timur pada Minggu (28/3/2021).

Warga Sebut Kasus Penembakan di Ciracas Bukan Peluru Nyasar

Bagi warga RT 09/RW 09 petaka yang menimpa Anah saat bertugas mengontrol jentik nyamuk di permukiman warga tersebut bukan kasus penembakan peluru nyasar, melainkan terencana.

Zul Zetri (51), saksi mata mengatakan dugaan tersebut karena saat kejadian Anah dan dua kader Jumantik lainnya mendengar suara letupan senjata api dari bagian belakang searah luka tembak.

"Letupannya enggak kencang, tapi korban dan dua kader lainnya itu mendengar suara dari bagian belakang mereka berdiri. Dan luka korban sendiri di bagian belakang paha kanan, jadi searah sama suara," kata Zul di Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021).

Kondisi permukiman lokasi Anah tertembak pun memengaruhi dugaan warga, pasalnya arah letupan terdengar merupakan bangunan rumah dua lantai sehingga tidak ada jalur lintas peluru.

Bangunan rumah dua lantai dengan tinggi sekitar tiga meter itu menutupi gerbang pagar klaster perumahan tempat Zul tinggal lokasi penembakan Anah yang kini sedang hamil muda.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Theresia Felisiani
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas