Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Rizieq: Tidak Ada Urusan Kerumunan Masyarakat dengan Tanggung Jawab Saya Selaku Pemilik Ponpes

Menurut Rizieq, tidak ada urusan kerumunan masyarakat yang terbentuk di jalanan dengan tanggung jawabnya selaku pemilik pondok pesantren.

Rizieq: Tidak Ada Urusan Kerumunan Masyarakat dengan Tanggung Jawab Saya Selaku Pemilik Ponpes
Kompas.com/AFDHALUL IKHSAN
Kawasan Puncak Bogor Jawa Barat dipadati jemaah simpatisan dari Front Pembela Islam (FPI) dalam menyambut kedatangan Rizieq Syihab pada Jumat (13/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sidang kasus kerumunan di Megamendung, Jawa Barat kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021). Dalam sidang, terdakwa Habib Rizieq Shihab menjelaskan beda kegiatan internal, dengan acara eksternal pesantren.

Rizieq mengatakan acara peletakan batu pertama pembangunan masjid di Pondok Pesantren Markaz Syariah Megamendung pada November 2020 adalah kegiatan internal.

Acara ini hanya dihadiri warga pondok pesantren miliknya. Sedangkan orang luar pesantren tak diperkenankan ikut.

"Apa yang kita lakukan pada hari Jumat tersebut, termasuk usai salat Jumat, kita ajak santri dan para guru peletakan batu pertama pembangunan masjid, itu acara internal pesantren," kata Rizieq.

Kata dia, beda halnya dengan acara eksternal pesantren yang bisa dihadiri atau mengundang pihak luar.

Oleh karena acara di Pondok Pesantren Markaz Syariah merupakan kegiatan internal, sehingga dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebut kerumunan di bagian luar pesantren jadi tanggung jawabnya, dinilai tidak tepat.

Menurut Rizieq, tidak ada urusan kerumunan masyarakat yang terbentuk di jalanan dengan tanggung jawabnya selaku pemilik pondok pesantren. Mengingat kegiatan internal itu sama sekali tak mengundang pihak luar manapun.

Baca juga: Rizieq Khawatir Pendirian Saksi yang Mengungkap Secara Jujur Dimanfaatkan Pihak Lain Membuat Intrik

Apalagi empat orang saksi pejabat Megamendung tak mampu membuktikan dari mana asal undangan acara yang beredar di WhatsApp.

Sehingga eks pentolan FPI ini menyesalkan adanya intrik jahat yang menuduh dirinya selaku pemilik pesantren bertanggung jawab atas kerumunan di Megamendung.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas