Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sebut Dugaan Korupsi Damkar Rugikan Negara Rp 1 Miliar, Kubu Sandi Ngotot Wali Kota Depok Diperiksa

Kubu Sandi yang diwakili kuasa hukumnya serahkan bukti ke Polres Metro Depok, sebut negara rugi Rp 1 miliar dan minta Wali Kota Depok diperiksa.

Sebut Dugaan Korupsi Damkar Rugikan Negara Rp 1 Miliar, Kubu Sandi Ngotot Wali Kota Depok Diperiksa
Tribun Jakarta
Petugas Damkar Kota Depok, Sandi, yang viral di sosial media. 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok terus bergulir.

Kali ini kubu Sandi Butar-Butar, petugas Damkar yang diwakili oleh kuasa hukumnya Razman Arif Nasution bersikeras mengatakan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, harus diperiksa terkait dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok.

Untuk diketahui, Sandi adalah pegawai honorer di Dinas Damkar Kota Depok yang tengah membongkar dugaan korupsi di tempatnya bekerja.

Walikota Depok, Mohammad Idris
Walikota Depok, Mohammad Idris (dok pribadi)

Kubu Sandi Punya Alasan Sendiri Ngotot Minta Wali Kota Depok Diperiksa

Razman memiliki alasan sendiri kenapa ia meminta Wali Kota Depok turut diperiksa.

Menurutnya, penanggung jawab anggaran internal dan eksternal adalah Mohammad Idris.

“Kita patut menduga dia mengetahui, kita tidak menuduh. Tapi sebagai pejabat publik, dia idealnya bukan ngomong sudah diserahkan ke Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, itu bukan. Harusnya dia katakan silahkan polisi dan jaksa proses kepala Dinas Damkar dan lain-lain,” ujar Razman di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Senin (26/4/2021).

“Karena kalau Inspektorat Jenderal itu pengawasan internal, kita tidak menuduh, kita menduga,” timpalnya lagi.

dugaan korupsi damkar depok sandi 22
Razman Arif Nasution (batik) kuasa hukum Sandi Butar-Butar saat dijumpai di Polres Metro Depok, Senin (26/4/2021)

Bahkan, Razman mengaitkan identitas Wali Kota Depok, Mohammad Idris, yang berasal dari partai politik anti korupsi.

“Apalagi Wali Kota itu berasal dari parpol yang berslogan sangat anti terhadap korupsi. Jadi saya minta Wali Kota datang ke Polres, Jaksa, KPK, minta diperiksa beserta anak buahnya,” imbuhnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas