Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polda Ungkap Jaringan Prostitusi Online Anak Di Bawah Umur Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Data terakhir untuk kasus prostitusi online, Polda Metro Jaya telah menangani 115 korban eksploitasi anak dari Januari hingga Maret 2021, dengan 18

Polda Ungkap Jaringan Prostitusi Online Anak Di Bawah Umur Meningkat Selama Pandemi Covid-19
NST
Ilustrasi prostitusi online 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkap jaringan prostitusi online anak di bawah umur meningkat selama pandemi Covid-19.

Data terakhir untuk kasus prostitusi online, Polda Metro Jaya telah menangani 115 korban eksploitasi anak dari Januari hingga Maret 2021, dengan 18 tersangka yang tengah ditangani kepolisian.

“Ini bisa bertambah. Terakhir, Kota Tangerang saja menangani 15 orang, 7 korban dibawah umur, 8 orang lainnya sebagai mucikarinya. Anak kecil semua dibawah umur semua,” kata Yusri Yunus saat diwawancara Radio swasta, Kamis (6/5/2021).

Modus yang dilakukan beragam, seperti yang ia ungkapkan, ada pelaku yang berkenalan dengan korban di media sosial, ada pula yang memancing atau mengundang pria hidung belang dengan menggunakan private chat dan jenis media sosial lainnya, seperti My Chat.

Korban dan pelaku biasanya bertemu ditempat-tempat tongkrongan hingga dipacari baru dijual kepada pelaku.

“Rata-rata kasus ini ada di Jakarta. Ada juga yang diluar daerah, tapi kebanyakan mereka yang punya keluarga di Jakarta,” lanjutnya.

Yusri mengatakan hotel maupun apartemen yang sepi karena pandemi covid-19 juga kerap dimanfaatkan pelaku prostitusi untuk bertemu dengan korbannya.

Ia menegaskan yang perlu diketahui publik bahwa proses pengadilan anak dibawah umur berbeda dengan orang dewasa.

Baca juga: Prostitusi Online di Majalengka, Wanita Jual Adik Kandung Berusia 14 Tahun Kepada Pria Hidung Belang

Sehingga wanita yang diciduk terkait prostitusi online ini seringnya dianggap korban karena anak dibawah umur, walaupun secara hukum bisa saja ditangkap sebagai tersangka.

Yusri mengatakan kebanyakan mucikari bawah umur yang ditangkap memiliki kelompok-kelompoknya tersendiri. Secara umum para korban adalah kelompok masyarakat golongan kebawah yang menjadikan faktor ekonomi sebagai alasan utama dia melakukan perbuatan itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas