Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2021

Wisata Kota Tua Tutup, Pengunjung Kecewa karena Tidak Ada Komunikasi

Lebaran Idul Fitri 2021 banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur ke Kota Tua, Jakarta Barat.

Wisata Kota Tua Tutup, Pengunjung Kecewa karena Tidak Ada Komunikasi
Tribunnews/Ferryal Immanuel
Para pengunjung Kota Tua, Jakarta Barat yang tidak bisa menikmati sensasi berlibur di Kota Tua sehingga menimbulkan kekesalan terhadap masyarakat. Kamis (13/5/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferryal Immanuel

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lebaran Idul Fitri 2021 banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur ke Kota Tua, Jakarta Barat.

Akan tetapi hari pertama lebaran, kota tua tidak membuka akses masuk untuk pengunjung.

Banyak masyarakat yang tiba di Kota Tua, Jakarta Barat dan tidak bisa berekreasi dalam rangka libur lebaran 2021.

Tribunnews mencoba mengkonfirmasi kepada beberapa pengujung yang datang.

Baca juga: Momen Lebaran, Wamendag Tekankan Pemerintah Fokus Bangkitkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi

"Saya mau wisata ke Kota Tua, tapi sampai sini taunya tutup. Perasaan saya sih kecewa," ujar Mei (20) dan Noni (22) kepada Tribunnews, Kamis (13/5/2021).

Mei menuturkan bahwa pihak pemerintah dan pengelola tidak sesuai yang dijanjikan. 

"Jika mudik dilarang seharusnya tempat wisata ada yang dibuka. Kalau mudik dilarang, wisata ditutup kan jadi bingung mau kemana karena dalam rangka liburan lebaran juga," tutur Mei.

"Saya juga perantau dari Cirebon dan perlu refreshing, kalau ditutup gini bagaimana masyarakat dapat merasakan libur lebaran," ujar Mei.

Baca juga: Potret Mulan Jameela Rayakan Lebaran Bareng Ahmad Dhani dan Anak-anak

Selain itu pengunjung lain, Aditya juga kecewa karena Kota Tua tidak dibuka.

"Padahal mau ke Museum Kota Tua, dan berhubung liburan, dan sampai sini tutup," ujar Aditya.

Ia mengatakan bahwa seharusnya Pemerintah dan pengelola lebih menginformasikan lebih luas mengenai penutupan Kota Wisata agar masyarakat dapat menerima.

"Jangan yang digombar-gonbarkan larangan mudik saja, tapi tempat wisata kurang sosialisasi kepada masyarakat," ungkap Aditya.

Ia juga mengharapkan vaksinasi Covid-19 untuk dilancarkan dan peraturan mudik untuk harus dipertegas.

Aditya menegaskan kedepannya pemerintah pusat hingga pemerintah paling bawah untuk saling berkoordinasi mengenai hal tersebut.

Ikuti kami di
Penulis: Ferryal Immanuel
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas