Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Sebut 7 Pelaku Pungli ke Sopir Truk di Tanjung Priok Bekerja sebagai Karyawan Pelabuhan

7 dari 49 pelaku pungli terhadap sopir truk di kawasan bongkar muat barang bukan preman jalanan, melainkan karyawan di pelabuhan bongkar muat barang.

Polisi Sebut 7 Pelaku Pungli ke Sopir Truk di Tanjung Priok Bekerja sebagai Karyawan Pelabuhan
Foto: Sekretariat Presiden
Jokowi dapat Keluhan Maraknya Pungli dan Premanisme dari Para Supir Kontainer 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan pelaku praktik pungutan liar di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara kembali ditangkap oleh polisi.

Total yang diamankan polisi kini sebanyak 49 orang.

Angka tersebut merupakan angka gabungan dari pelaku yang ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Utara, Polsek Cilincing, serta Polres Metro Tanjung Priok

Baca juga: Jokowi Telepon Kapolri, Dalam Hitungan Jam, 24 Pelaku Pungli di Jakut Ditangkap

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis menjelaskan tujuh dari 49 pelaku pungli terhadap sopir truk di kawasan bongkar muat barang bukan preman jalanan.

Menurut Putu, tersangka pelaku merupakan karyawan di pelabuhan bongkar muat barang.

"Mereka regu karyawan yang bertugas pada shift malam di PT JICT yang melayani bongkar muat kontainer," ujar Putu saat dihubungi, Jumat, (11/6/2021).

Baca juga: Baru Kemarin Jokowi Telfon Kapolri Minta Berantas Preman dan Pungli, Hari Ini Polri Amankan 49 Orang

Ketujuh pelaku tersebut berinisial MAG (37), RD (41), AS (36), WW (24), BEP (31), RPH (50), dan B (42), diamankan dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB.

Para pelaku tersebut diamankan di kawasan PT JICT, Pelabuhan Tanjung Priok.

Putu mengatakan para pelaku beraksi dengan cara meletakkan wadah plastik atau botol minuman di badan alat crane.

"Modusnya ini unik, pelaku meletakkan wadah plastik atau botol minuman mineral kosong di badan alat crane yang kemudian harus diisi oleh sopir dengan uang nominal pecahan Rp5 ribu hingga Rp20 ribu," katanya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas