Tribun

Balapan Mobil Listrik Formula E

Aktivis 98 Dukung Langkah 33 Anggota DPRD DKI Ajukan Hak Interpelasi Soal Polemik Formula E

Aktivis 98 Simson Simanjuntak angkat bicara soal hak interpelasi yang ditanda tangani 33 anggota DPRD DKI Jakarta.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Aktivis 98 Dukung Langkah 33 Anggota DPRD DKI Ajukan Hak Interpelasi Soal Polemik Formula E
WARTAKOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Ilustrasi: Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivis 98 Simson Simanjuntak angkat bicara soal hak interpelasi yang ditanda tangani 33 anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi PSI.

Menurutnya, langkah tersebut ditempuh untuk memperjelas temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kerugian program balap mobil listrik Formula E apabila terus dijalankan.

"Saya mendukung hak interpelasi karena konstitusional, sebab ini diatur di dalam UU MD3 tentang fungsi pengawasan lembaga legislatif terhadap kebijakan kepala daerah yang berdampak luas terhadap kepentingan masyarakat di daerah tersebut," ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/8/2021)

Simson setuju pendapat pengusul hak interpelasi yang menyebutkan dalam temuan LHP BPK, Formula E disebut berpotensi mengalami kerugian, sehingga perlu diperjelas maksud Formula E ingin tetap terselenggara di tahun 2022.

Adapun rencana penyelenggaraan balap mobil Formula E di DKI Jakarta telah direncanakan sejak tahun 2020.

"Tapi hingga saat ini tidak jelas juntrungannya. Padahal Pemprov DKI dikabarkan telah menggelontorkan uang hingga Rp 1 triliun dari APBD DKI sebagai komitmen fee kepada pihak operasional Formula E dan persiapan penyelenggaraannya," tambahnya.

Baca juga: DPRD DKI Minta Anies Alihkan Dana Formula E untuk Gratiskan Sekolah Anak Yatim Piatu

Dirinya mengaku sejak lama telah menyoroti perihal gagalnya penyelenggaraan balapan Formula E DKI.

Bahkan beberapa kali telah mengingatkan dan sekaligus mendesak KPK untuk menelusuri kemungkinan adanya dugaan penyelewengan pada persoalan dana komitmen fee balap Formula E.

"Ini adalah persoalan serius, mengingat dana komitmen fee yang disetorkan oleh pihak Pemrov DKI kepada pihak Formula E adalah menggunakan uang rakyat DKI yang bersumber dari APBD," ujar Simson.

Kemudian, dia melanjutkan uang yang telah disetorkan itu sekarang tidak jelas juntrungannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas