Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur

Terduga Rudapaksa Anak Kandung di Luwu Timur Ingin Laporkan Balik Istrinya, Sahroni Kecam

sang ayah yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) menyatakan sedang mempertimbangkan untuk melaporkan balik mantan istrinya. 

Terduga Rudapaksa Anak Kandung di Luwu Timur Ingin Laporkan Balik Istrinya, Sahroni Kecam
TribunLutim.com/Ivan Ismar
Kapolres Luwu Timur AKBP Silvester MM Simamora menemui RS di rumahnya, Jumat (8102021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus dugaan pemerkosaan atas tiga orang anak di Luwu Timur memasuki babak baru. 

Menyusul laporan dari Project Multatuli yang viral sejak minggu lalu, sang ayah yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) menyatakan sedang mempertimbangkan untuk melaporkan balik mantan istrinya. 

Sebelumnya, ayah ini disebut sebagai pelaku pencabulan terhadap ketiga anaknya. 

Dia kemudian menilai bahwa laporan tersebut mencemarkan nama baiknya di lingkup Pemkab Luwu Timur, serta menganggap bahwa mantan istrinya  tersebut memiliki gangguan jiwa

Berkaitan dengan isu lapor balik tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menyampaikan kecamannya. 

Ahmad Sahroni.
Ahmad Sahroni. (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Menurut Sahroni, respons ini sama sekali tidak bijaksana, dan terduga harusnya justru berfokus pada pembuktian, jika dirinya memang tidak bersalah. 

Baca juga: Datangi Polda Sulsel, Hari Ini Bareskrim Polri Mulai Asistensi Kasus Rudapaksa 3 Anak di Luwu Timur

"Dengan melapor balik korban ini sama saja dengan mencoba mengintimidasi korban. Menurut saya terduga hanya mencoba mencari pembenaran terhadap dirinya saja yang justru membuat masyarakat semakin geram dengan tindakannya," kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (12/10/2021). 

"Kalau memang merasa tidak bersalah ya hadapi saja proses hukumnya. Perlu diingat bahwa  melapor balik tidak akan merubah fakta dan proses hukum yang sedang diselidiki kembali," lanjutnya. 

IRT asal Luwu Timur, RS, saat mengadukan kasus rudapaksa yang menimpa tiga anaknya ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Anak (P2TP2A) Kota Makassar pada Sabtu (21/12/2019) petang.
IRT asal Luwu Timur, RS, saat mengadukan kasus rudapaksa yang menimpa tiga anaknya ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Anak (P2TP2A) Kota Makassar pada Sabtu (21/12/2019) petang. ((TribunTimur/Darul))

Sebagai pimpinan di Komisi III yang membawahi isu hukum dan HAM, Sahroni menegaskan bahwa sebaiknya masyarakat maupun pihak terkait berfokus pada proses hukum yang tengah berlangsung di kepolisian. 

Dia juga menegaskan bahwa Komisi III akan terus mengawal kasusnya demi memastikan terwujudnya keadilan bagi korban. 

"Sekarang karena penyelidikannya sudah diupayakan untuk diselidiki kembali dan dibuka kembali, kita percayakan kepada pihak Kepolisian dan saya bersama Komisi III akan membantu korban dan mengawasi proses hukum kasus ini hingga tuntas," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas