Tribun

Kurir Ojol Bawa Kabur MacBook Pro Seharga Rp 67 Juta Ditangkap Polda Metro Jaya

Kasus penggelapan barang yang dilakukan kurir ojek online yang membawa kabur MacBook dari Untung Store berhasil diungkap Polda Metro Jaya.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Johnson Simanjuntak
Kurir Ojol Bawa Kabur MacBook Pro Seharga Rp 67 Juta Ditangkap Polda Metro Jaya
Ist 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E. Zulpan saat konferensi pers pengungkapan kasus penggelapan MacBook Pro seharga Rp 67 Juta oleh kurir ojol, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus penggelapan barang yang dilakukan kurir ojek online yang membawa kabur MacBook dari Untung Store berhasil diungkap Polda Metro Jaya.

Kurir ojek online (ojol) itu menggunakan data dan akun palsu yang ia beli untuk membawa kabur MacBook senilai Rp 67 juta yang dibeli oleh pelanggan dari sebuah e-commerce. Kasus yang viral di media sosial dan dilaporkan oleh pemilik Untung Store, Untung Putro.

"Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua tersangka kasus penggelapan laptop MacBook Pro yang viral di media sosial. Modus kedua pelaku ini dengan membeli akun Gojek untuk diganti dengan identitas palsu agar tak terlacak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E. Zulpan di Polda Metro Jaya, Rabu (24/11/2021).

Kedua pelaku ditangkap di kawasan Ciledug, Kota Tangerang dan Tambora, Jakarta Barat sehari setelah laporan masuk yakni pada 21 November 2021.

Dua orang ini diketahui merupakan sindikat yang sering melakukan penggelapan barang hingga belasan kali.

"Jadi penangkapan ini dilakukan cepst ya, sehari setelah laporan masuk, tim Subditsiber Ditreskrimsus langsung melakukan penangkapan," jelas Zulpan.

Baca juga: Polda Metro Jaya Cek Laporan Penipuan Kurir Ojol Bawa Kabur MacBook Senilai Puluhan Juta Rupiah

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis menuturkan modus yang digunakan pelaku.

Auliansyah menjelaskan bahwa kedua pelaku adalah residivis yang menurut pengakuan tersangka sudah melakukan aksinya hingga 15 kali.

"Mereka membeli akun Gojek untuk diganti datanya sehingga tak terlacak. Selain itu mereka menggunakan topeng dari wajah si pemilik akun sebelumnya yang dicetak lalu dilakukan login ke akun baru," jelas Auliansyah.

Saat dilakukan pendalaman, kedua pelaku ini memang menargetkan kornan dengan cara mangkal di sekitar toko yang menjual barang elektronik dan gadget. Hal itu dilakukan agar pelaku bisa mendapat order untuk mengantar barang itu yang kemudian digelapkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas