Tribun

Kronologi Bentrokan Berdarah Kelompok Gangster di Bekasi, 1 Korban Tewas Disabet Senjata Tajam

Akibat bentrokan dua kelompok gangster di Bekasi, satu orang terkena sabetan senjata tajam hingga meninggal dunia, karena kehilangan banyak darah.

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Kronologi Bentrokan Berdarah Kelompok Gangster di Bekasi, 1 Korban Tewas Disabet Senjata Tajam
Wartakotalive.com
Ilustrasi geng motor 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI -- Bentrokan berdarah dua kelompok gangster remaja terjadi di Pondok Melati, Kota Bekasi, Jumat (28/1/2022).

Akibatnya satu orang terkena sabetan senjata tajam hingga meninggal dunia, karena kehilangan banyak darah.

Sementara 6 orang berhasil diamankan beberapa waktu kemudian oleh Polres Metro Bekasi Kota.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Cipondoh, Pemotor Oleng Lalu Terlindas Truk hingga Meninggal di Lokasi 

Awalnya pada 29 Januari 2022, polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka yakni AR (17).

Dari AR, polisi melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan dua  tersangka lainnya yaitu AP (23) dan GGP (21).

Lalu pada 31 Januari 2022, kembali mengamankan A (17), MI (23) dan AF (20).

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki mengatakan dua kelompok gangster remaja yang bentrok itu adalah Kelompok Setu Jakarta Timur dan Kelompok Kampung Sawa, Bekasi.

Mereka sudah saling janjian untuk tawuran.

Baca juga: Usulan PJJ Ditolak Pemerintah Pusat, DKI Jakarta Terapkan PTM 50 Persen Mulai Hari Ini

Baca juga: Viral Pamflet Dilantas Polda Metro Razia Masker di Warteg, Melanggar Denda Bayar Rp 250 Ribu

Menurut Hengki fenomena seperti ini harus diantisipasi bersama.

Sebab bentrokan kali ini sampai menelan korban jiwa.

"Dimana kedua belah pihak, yakni antara kelompok yang mengatas namakan di medsos di instagramnya itu kampungsasah1503, serta kelompok Setu, yang ada di daerah Jakarta Timur dengan akun instagram @sawojakarta," kata Hengki di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (3/2/2022).

Menurut Hengki, dalam pemeriksaan terhadap 6 orang yang diamankan, mereka tawuran untuk menunjukan popularitas dan eksistensi kelompok mereka,

Hal ini katanya harus menjadi perhatian orangtua agar menjaga anak mereka yang masih remaja.

"Ada beberapa orang tersangka lagi yang masih jadi DPO, kita sedang lakukan pengejaran, semoga bisa kita dapat," katanya.

Baca juga: Menteri Luhut Tolak Hentikan PTM di DKI Jakarta, Menteri Nadiem Keluarkan Diskresi

Baca juga: Covid-19 di Jakbar Capai 4 Ribu Kasus, Mayoritas Isoman Gejala Batuk dan Sakit Tenggorokan 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
Berita Lainnya
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas