Tribun

Gunung Anak Krakatau Keluarkan Emisi Sulfur Dioksida 9.219 Ton Per Hari

Status Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda naik dari waspada(level II) menjadi siaga(level III).

Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Gunung Anak Krakatau Keluarkan Emisi Sulfur Dioksida 9.219 Ton Per Hari
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
LAMPUNG SELATAN- Kondisi Gunung Anak Krakatau saat mengeluarkan hembusan asap di Pulau Sebesi, Rajabasa, Lampung Selatan, Selasa (19/4/2022). Berdasarkan data MAGMA Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia) Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan aktivitas, dengan mengeluarkan 7 kali erupsi selama bulan April 2022.(Tribunlampung.co.id/Deni Saputra) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Status Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda naik dari waspada(level II) menjadi siaga(level III).

Gunung tersebut juga erupsi lagi pada Minggu(24/4/2022) pukul 20.20 WIb.

Berdasarkan catatan Badan Geologi Gunung Anak Krakatau yang aktivitasnya menggeliat sejak awal April 2022 sudah mengeluarkan material jenis sulfur dioksida sebanyak 9.219 ton.

Pada tanggal 14 April 2022 tercatat gunung Anak Krakatau mengeluarkan emisi sebanyak 28,4 ton sulfur dioksida per hari.

Kemudian pada tanggal 15 April 2022 naik menjadi 68,4 ton sulfur dioksida per hari. Selanjutnya tanggal 17 April 2022 menjadi 181,1 ton sulfur dioksida per hari.

Puncaknya terjadi pada tanggal 23 April 2022 mencapai 9.219 ton sulfur dioksida per hari.

"Pantauan SO2 dari magma ini berkorelasi dengan peningkatan aktivitas erupsi Guning Anak Krakatau saat ini. Peningkatan SO2 yang signifikan mengindikasikan adanya suplai magma baru dan adanya material magmatik yang keluar ke permukaan berupa lontaran material pijar yang diikuti oleh aliran lava," tulis keterangan Badan Geologi di situs resminya, Minggu(24/4/2022) malam.

Dilihat dari jumlah emisi sulfur dioksida yang kecendrungannya terus mengalami peningkatan belum ada tanda-tanda aktivitas Gunung Anak Krakatau turun.

"Dari pantauan emisi ada kecendrungan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus meningkat. Belum menunjukkan adanya penurunan aktivitas vulkanik," tulis Badan Geologi. (Willy Widianto)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas