Tribun

Sekeluarga Tewas di Jakarta Barat

Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Temukan Fakta-fakta Baru: Ada Buku Mantra

Polisi temukan fakta baru, satu keluarga tewas di Kalideres diduga ikuti ritual tertentu karena ditemukan buku mantra dan kemenyan.

Penulis: Rifqah
Editor: Wahyu Gilang Putranto
zoom-in Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Temukan Fakta-fakta Baru: Ada Buku Mantra
TribunJakarta.com Satrio Sarwo Trengginas/Kompas.com Mita Amalia Hapsari
Sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat, ditemukan tewas pada Kamis (10/11/2022). Polisi temukan fakta baru, satu keluarga tewas di Kalideres diduga ikuti ritual tertentu karena ditemukan buku mantra dan kemenyan. 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi menemukan fakta-fakta baru terkait kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Ditemukan buku mantra hingga penelitian dilakukan melalui feses korban.

Berdasarkan pada penyelidikan polisi dalam waktu dekat ini, satu keluarga tersebut diduga mengikuti ritual tertentu.

Dugaan tersebut didasarkan pada fakta-fakta baru yang polisi temukan untuk mengungkap penyebab kematian satu keluarga di Kalideres.

Berikut fakta-fakta baru kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres yang dirangkum Tribunnews.com:

Baca juga: Anak Keluarga di Kalideres Tewas Sambil Peluk Guling, Ada di Kamar Bersama Ibu yang Sudah Jadi Mumi

1. Ditemukan Buku Mantra, Kemenyan, dan Buku-buku Lintas Agama

Dikutip dari Tribunjakarta.com, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi menduga jika Budiyanto yang paling aktif meakukan ritual di rumah tersebut.

Kemudian, setelahnya baru Rudyanto, Margaretha, dan Dian mengikuti ritual yang dilakukan oleh Budiyanto.

Temuan fakta baru tersebut terungkap setelah Tim Asosiasi Psikologi menemukan kesamaan ritual tersebut dengan keterangan para saksi dan bukti di lokasi.

2. Ritual Dipercaya Bisa Buat Kondisi Lebih Baik

Hengki mengungkapkan, bahwa satu keluarga yang tewas di Kalideres diduga mempercayai jika ritual tersebut dapat membuat kondisi lebih baik dan bisa mengatasi masalah yang terjadi.

"Hal ini mengakibatkan ada suatu kepercayaan dalam keluarga tersebut bahwa upaya untuk membuat kondisi lebih baik atau mengatasi masalah yang terjadi dalam keluarga, dilakukan melalui ritual tertentu," terang Hengki, Rabu (30/11/2022).

"Ada kecenderungan salah satu keluarga yang dominan yang mengarah kepada almarhum Budyanto," imbuhnya.

3. Pengamat Sebut Polisi Sulit Menguak Penyebab Kematian secara Ilmiah

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas