Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pelaku Pembunuh Mahasiswa UI Sempat Dua Kali Menunggak Pembayaran Uang Kontrakan

Saat ditegur Altaf mengatakan ke Sunarsih, irinya baru akan membayar setelah uang hasil penjualan ponsel sudah didapatkan

Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pelaku Pembunuh Mahasiswa UI Sempat Dua Kali Menunggak Pembayaran Uang Kontrakan
Tribunnews/Fahmi Ramadhan
Sunarsih (46) penjaga kontrakan sebut Altafasyla pelaku pembunuh mahasiswa UI sempat tunggak uang kontrakan dua kali 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahmi Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Altafaslya Ardnika Basya (23) mahasiswa Universitas Indonesia (UI) pelaku pembunuh juniornya sendiri yakni MNZ (19) di Depok, Jawa Barat pernah menunggak bayar kontrakan sebanyak dua kali.

Ini diungkapkan Sunarsih (46) penjaga kontrakan yang dihuni oleh Altaf beserta tiga temannya di wilayah Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat.

Altaf yang sudah mengontrak sejak satu tahun lalu itu pernah menunggak sebanyak dua kali termasuk biaya kontrakan pada bulan Agustus 2023 ini.

"Selama ini sudah dua kali nunggak. Di sini tuh Rp 6 juta per 3 bulan, jadi yang pembayaran telat itu baru terjadi juga bulan ini," jelas Sunarsih ketika ditemui di lokasi, Minggu (6/8/2023).

Kata Sunarsih,  Altaf berhasil membayarkan sisa uang kontrakannya namun setelah menjual ponsel.

Altaf yang tinggal bersama tiga orang rekannya membayar biaya kontrakan dengan sistem patungan dan ia mendapat jatah membayar sebesar Rp 1,2 juta.

Berita Rekomendasi

"Karena awalnya temannya kemarin kasih Rp 2,5 juta, terus yang satunya udah ngasih Rp 2,3 juta dan sisanya sama si Altaf.

'Bu sisanya sama si Altaf ya' gitu kata temennya," ujar Sunarsih.

Mendapat informasi itu, alhasil Sunarsih pun menegur Altaf untuk membayar sisa uang kontrakan yang belum terbayarkan tersebut.

Pada saat ditegur, kemudian Altaf berkata ke Sunarsih bahwa dirinya baru akan membayar setelah uang hasil penjualan ponsel sudah didapatkan.

Baca juga: Teman Satu Kontrakan Pelaku Sebut Pembunuh Mahasiswa UI Sering Mengeluh Rugi karena Bermain Kripto

"Dia bilang 'Iya bu saya mau ambil paket HP, abis itu saya jual dulu buat bayar kekurangan kosan atau ibu mau jualin HPnya'," ucap Sunarsih menirukan omongan pelaku.

Sunarsih yang saat itu menolak permintaan pelaku.

Ia hanya ingin menerima biaya kos itu dalam bentuk uang tunai.

Lalu pada Kamis pagi hari, sebut Sunarsih terdapat seorang kurir yang mengantar paket ke kamar kontrakan yang dihuni Altaf dan rekannya.

"Jual paket itu pas ada paket dateng atas nama Alexander.

Kamis pagi itu dateng, siang diambil (pelaku) baru dijual. Setelah laku baru dikasih uangnya Rp 1,2 juta ke saya sore jam 4," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan terjadi di Depok, Jawa Barat.

Korbannya seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI).

Mahasiswa berinisial MNZ (19)  itu ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya kawasan Kukusan, Beji, Kota Depok, Jumat (4/8/2023) siang sekitar pukul 10.00 WIB.

Belakangan diketahui bahwa pelaku yang menghabisi nyawa korban adalah seniornya di kampus berinisial AAB (23).

Baik korban dan pelaku berstatus sebagai mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Rusia.

Wakasat Reskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan, mengatakan saat ini pelaku sudah diamankan pihaknya dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara untuk jasad korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk kepentingan otopsi.

"Kami bawa ke RS Polri untuk kepentingan otopsi," kata Nirwan.

Nirwa mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari kasus.

"Sudah kami amankan juga barang bukti milik korban yang diambil pelaku. Untuk lebih lanjut kami akan rilis kasusnya besok hari ya," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas