5 Respons Keluarga ADP soal Pernyataan Polisi: Hanya Ada 1 Ponsel, Kebenaran Akan Terungkap
Keluarga tak percaya Arya Daru Pangayunan meninggal karena bunuh diri dan meyakini kebenaran akan terungkap.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Sri Juliati
Sebagai informasi, pihak kepolisian telah memerksa 24 saksi yang dibagi dalam tiga klaster, yaitu saksi dari pihak Kemenlu, keluarga, dan pemilik serta penjaga kos.
Selain itu, polisi juga telah mengamankan 103 barang bukti yang juga dibagi menjadi tiga klaster.
"Yang pertama adalah klaster di mana penyelidik mengamankan barang bukti tersebut di kantor korban (Kemenlu). Kedua, penyelidik mengamankan barang bukti tersebut di tempat kos korban."
"Kemudian, yang berikutnya lagi, penyelidik mengamankan barang bukti tersebut dari keluarga korban maupun saksi-saksi yang lain," urai Kombes Wira Satya Triputra.
Dari ratusan barang bukti tersebut, adapun yang diperlihatkan saat konferensi pers yaitu lakban kuning, buku karya Arya, hingga kontrasepsi.
Sebagai informasi, Arya ditemukan tewas di kosannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juli 2025.
Jasadnya ditemukan telentang di atas kasur dan kepalanya terlilit lakban kuning.
Penemuan jasad Arya bermula dari kecurigaan sang istri karena tak bisa dihubungi sejak 7 Juli 2025 malam.
Istri Arya lantas meminta bantuan kepada penjaga kos untuk mengecek kondisi sang suami, sayang korban kemudian ditemukan tewas.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Keluarga Meyakini Arya Daru Meninggal Bukan karena Bunuh Diri
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Yohanes Liestyo/Abdi Ryanda/Reynas Abdila, TribunJogja.com/Neti Istimewa, Kompas.com/Wisang Seto)
Baca tanpa iklan