Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Makam Diacak-acak, Anggota DPR Minta Polisi Dalami Lagi Kasus Kematian Arya Daru

Ia meminta kepolisian untuk mengecek lagi dalam rangka memastikan apakah betul Arya Daru meninggal karena bunuh diri

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Makam Diacak-acak, Anggota DPR Minta Polisi Dalami Lagi Kasus Kematian Arya Daru
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
KEMATIAN ARYA DARU - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Rudianto Lallodi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/2/2025). Ia meminta kepolisian untuk mendalami lagi kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, meminta kepolisian untuk mendalami lagi kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan.

Hal ini terkait permintaan keluarga Arya Daru agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membantu mengungkap penyelidikan atas kejanggalan kasus kematian tersebut. 

Rudi memandang, kepolisian masih bisa mendalami kasus tersebut. Apalagi, baru-baru ini makam Arya Daru diacak-acak oleh orang tak dikenal.

"Saya kira polisi masih bisa kemudian membuka kembali apalagi sampai kemudian kuburannya katanya diacak-acak ya?" kata Rudi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Ia meminta kepolisian untuk mengecek lagi dalam rangka memastikan apakah betul Arya Daru meninggal karena bunuh diri.

"Saya kira polisi harus betul-betul bisa konsen dan mengecek kembali apakah benar itu motifnya bunuh diri atau sungguh-sungguh ini ada motif lain?" ujar Rudi.

Rudi berharap kasus tersebut diusut tuntas, termasuk membongkar siapa dalangnya apabila ada.

Baca juga: Makam Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan Diacak-acak, Amplop Misterius Muncul di Rumah Duka

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita berharap kasus kasus yang pembunuhan pelanggaran HAM berat ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Dia harus dibongkar, diungkap pelakunya, termasuk si aktor intelektualnya. Kalau ada," tegasnya.

Ia khawatir masyarakat  akan hilang kepercayaan terhadap institusi kepolisian apabila tak berani membongkar kasus-kasus pembunuhan. 

"Yang kita khawatirkan adalah nanti peradilan jalanan dan sebagainya dan itu yang kita tidak mau. Jadi harus dibongkar," ucap Rudi.

Arya Daru ditemukan meninggal secara tragis di tempat tinggalnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025). 

Jenazah Arya ditemukan dengan kondisi kepala terlilit lakban. 

Berdasarkan hasil autopsi, polisi menyimpulkan Arya Daru mati lemas. Polisi memastikan Arya Daru meninggal dunia bukan karena aksi pembunuhan atau tindak pidana. 

Namun, karena mati lemas diduga akibat lakban yang melilit wajahnya. Selain itu polisi menyatakan tidak ditemukan peristiwa pidana di kematian Arya Daru.

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas