“Kalau Baunya Aneh, Jangan Dimakan”—Pesan Ayah di Tangsel soal Menu MBG
Ayah di Tangsel titip pesan ke anaknya: kalau nasi lengket dan bau aneh, jangan dimakan—karena satu suap bisa jadi awal petaka.
Tayang:
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Acos Abdul Qodir
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
MAKAN BERGIZI - Sejumlah pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) saat launching program MBG di Perguruan Muhammadiyah Antapani, Jalan Kadipaten Raya, Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/8/2025). Muhammadiyah Kota Bandung meluncurkan Program MBG di Perguruan Muhammadiyah Antapani dengan target awal 1.700 siswa dari 15 sekolah Muhammadiyah (TK, SD, SMP, dan SMA). Program ini akan terus berkembang hingga 3.500 penerima manfaat, termasuk ibu hamil dan menyusui, sebagai bagian dari kontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
SR menilai pola distribusi MBG dari dapur jauh ke sekolah berisiko membuat makanan basi atau terkontaminasi.
Ia menyarankan agar makanan disiapkan langsung di kantin sekolah secara prasmanan agar lebih segar dan sesuai porsi anak.
“Kalau anak cowok makannya banyak, cewek sedikit. Jadi enggak mubazir,” ujarnya.
SR juga menilai program MBG tidak efektif bagi anaknya yang sudah makan di rumah sebelum berangkat sekolah. Ia lebih memilih anaknya membawa bekal dari rumah yang dimasak oleh neneknya.
“Bahannya lebih fresh, yang kontrol kita sendiri. Kalau disuruh bawa bekal, oke, bawa bekal. Enggak usah jajan, lebih aman,” pungkasnya.
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan