Polisi Pun Dikelabuhi, Ayah Tiri Sempat Datangi Polsek hingga Ikut Bantu Cari Alvaro
Ayah tiri pura-pura mencari Alvaro, ikut bantu keluarga ke Bogor. Jejak digital dan jasad di bawah jembatan mengungkap kebohongan besar.
Penulis:
Abdi Ryanda Shakti
Editor:
Acos Abdul Qodir
Tubuh bocah itu tinggal kerangka, terbungkus plastik, dan diikat ke pohon. Bau menyengat membuat warga curiga hingga akhirnya jasad ditemukan. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari rumah saudara pelaku.
Penemuan jasad menjadi titik balik yang menguatkan dugaan keterlibatan Alex sebagai pelaku utama.
Penetapan Tersangka dan Motif
Polisi menetapkan Alex sebagai tersangka pada 20 November 2025 setelah cukup bukti. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebut motif pembunuhan berkaitan dengan masalah rumah tangga.
“Pendalaman percakapan digital menunjukkan adanya indikasi kuat dorongan pelaku untuk balas dendam karena sakit hati pada istrinya,” kata Budi.
Motif ini semakin jelas karena Alex menduga istrinya, Arumi, memiliki pria idaman lain selama bekerja di luar negeri.
Amarah itu kemudian dilampiaskan kepada Alvaro, anak tirinya yang tinggal bersamanya.
Baca juga: 4 Benda Diamankan Polisi dari Kamar Lokasi Dosen Untag Levi Tewas, Pakaian AKBP Basuki hingga Obat
Kematian Tersangka di Kantor Polres
Sehari setelah jasad Alvaro ditemukan, Alex justru tewas di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada 23 November 2025. Polisi mengklaim ia mengakhiri hidupnya sendiri.
Budi menjelaskan, Alex ditemukan oleh rekannya berinisial G melalui bilah kaca pintu ruang konseling.
“Terlihat tersangka dalam kondisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri,” ujarnya.
Alex sebelumnya menjalani pemeriksaan maraton hingga Sabtu, 23 November 2025.
Pada Minggu pagi, 24 November 2025, sekitar pukul 06.00 WIB, ia meminta izin ke toilet dengan alasan sudah buang air di celana dan meminta celana panjang pengganti.
Detail kronologi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan terhadap tersangka di ruang konseling.
Di Balik Kasus Alvaro
Kasus Alvaro menegaskan betapa panjang dan rumit perjalanan sebuah perkara kriminal yang berawal dari hilangnya seorang anak, berlanjut pada manipulasi pelaku, hingga berakhir dengan penemuan jasad dan kematian tersangka.
Peristiwa ini tidak hanya membuka fakta tentang motif dendam rumah tangga, tetapi juga menimbulkan sorotan publik terhadap mekanisme pengawasan tersangka di institusi penegak hukum.
Di sisi lain, kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak, kewaspadaan keluarga, serta transparansi aparat dalam menangani perkara serius yang menyangkut nyawa dan masa depan generasi muda.
Baca tanpa iklan