Nasib Siswa SD Ditabrak Mobil MBG di Cilincing: Alami Patah Rahang dan Belasan Gigi Copot
Mobil MBG tabrak siswa SDN Kalibaru, 21 korban selamat. MP (11) dirawat intensif di PICU RSUD Koja.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Insiden mobil pembawa Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01 Pagi menimbulkan 21 korban, termasuk MP (11) yang mengalami patah rahang dan kehilangan gigi hingga harus dirawat intensif di ruang PICU RSUD Koja.
- Meski tidak ada korban jiwa, beberapa siswa dan seorang guru membutuhkan operasi.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggung seluruh biaya perawatan dan memastikan kontrol lanjutan, sementara sopir mobil telah diamankan polisi untuk pemeriksaan.
TRIBUNNEWS.COM - MP (11), seorang siswa kelas IV SDN Kalibaru 01 Pagi, menderita luka setelah ditabrak mobil Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia masih menjalani perawatan di ruang PICU RSUD Koja, Jakarta Utara.
Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit yang khusus menangani anak-anak dengan kondisi medis serius atau kritis, mulai dari bayi berusia 28 hari hingga remaja sekitar 16 tahun.
Diketahui, satu unit mobil MBG menabrak sejumlah siswa di halaman sekolah SDN Kalibaru 01 Pagi. Sebanyak 20 orang murid menjadi korban dan satu orang guru mengalami luka.
“Kondisinya di PICU ya, sebelumnya ditangani di IGD,” ujar Mardiana, tante dari MP, ditemui di RSUD Koja, pada Kamis (11/12/2025).
Menurut dia, MP menderita patah pada bagian rahang dan kehilangan sejumlah gigi.
“Rahangnya luka karena giginya tanggal, copot sampai 18. Lukanya luar biasa, dia mengeluarkan darah mungkin karena hantaman mobil itu cukup keras," ungkapnya.
MP berada dalam kondisi sadar sebelum disuntik anastesi. Suntik anestesi adalah prosedur pemberian obat bius melalui suntikan untuk menghilangkan rasa sakit atau membuat pasien tidak sadar sementara saat menjalani tindakan medis atau operasi.
Kata dia, dokter kemungkinan akan melakukan tindakan operasi.
Momen nahas itu terjadi ketika para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi rutin setiap Kamis pagi di halaman sekolah.
MP dan seorang guru berada di barisan belakang saat mobil tiba-tiba melaju kencang ke arah lapangan usai menghantam gerbang yang masih tertutup.
"Ponakan saya kena hantam sampai ngeluarin darah. Mukanya kena halaman sekolah," ucap Mardiana.
Tidak hanya MP, dua temannya juga mengalami patah tulang dan harus menjalani operasi karena sempat masuk ke kolong mobil.
Untuk saat ini, keluarga memilih fokus pada pemulihan MP, namun berharap ada pertanggungjawaban dari pihak sekolah.
"Kita serahin ke sekolah, karena posisi anak itu sudah berkegiatan di lingkungan sekolah. Lukanya serius, pasti ada trauma. Yang penting sekarang fokus ke korban dulu," tegas Mardiana.
Baca juga: Ngaku Takut Nabrak, Sopir Mobil MBG Adi Irawan Salah Injak Gas hingga Seruduk Siswa SD Kalibaru