6 Kelalaian Bos Terra Drone hingga Sebabkan Kebakaran yang Tewaskan 22 Orang, Polisi: Tahu Risikonya
Polisi mengungkapkan enam kelalaian bos Terra Drone yang menyebabkan kebakaran sehingga 22 orang tewas.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Whiesa Daniswara
Hal ini diketahui setelah pihaknya meminta keterangan dari dua saksi kunci.
Menurut keterangan saksi, ada baterai berukuran 30.000 mAh dalam tumpukan yang jatuh.
Hal itu memicu percikan api yang akhirnya menyambar ke baterai lainnya, sehingga mengakibatkan kebakaran.
"Jadi dari keterangan saksi tersebut, bahwa baterai berukuran 30.000 mAh dalam tumpukan, ada sekitar empat tumpukan, lalu jatuh."
"Dari sejak jatuh itu, timbul percikan api. Di mana di tempat tersebut, terdapat baterai-baterai lainnya selain baterai yang rusak dan akhirnya menyambar."
"Sehingga seluruhnya di lantai satu terbakar, khususnya di ruang inventory atau gudang mapping," tutur Susatyo.
Buntut dari insiden ini, Susatyo mengatakan pihaknya langsung mengembangkan penyidikan dengan memeriksa pihak manajemen penyimpanan Terra Drone.
Berdasarkan hasil penyidikan, Terra Drone tidak memiliki SOP terkait penyimpanan baterai yang mudah terbakar atau flammable.
Selain itu, kata Susatyo, perusahaan yang berbasis di Jepang itu tidak memiliki SOP terkait pemisahan baterai yang masih layak pakai, bekas, ataupun rusak.
"Semua (baterai) dijadikan satu (di satu tempat)" katanya.
Susatyo juga mengungkapkan ruang penyimpanan baterai tersebut hanya berukuran 2x2 meter dan tanpa dilengkapi ventilasi dan fireproofing.
Selain itu, genset juga berada di lokasi yang sama meski menimbulkan potensi panas berlebih di ruangan tersebut.
Susatyo mengungkapkan penyidikan berlanjut terkait standar keselamatan gedung Terra Drone.
Penyidik pun menyimpulkan gedung Terra Drone tidak memenuhi standar lantaran tidak dilengkapi pintu darurat, sensor asap, proteksi kebakaran, dan jalur evakuasi.
"Gedung memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) untuk perkantoran. Namun, digunakan juga sebagai tempat penyimpanan atau gudang," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Yohanes Liestyo, TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra, Kompas.com/Dian Erika)
Baca tanpa iklan