Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kurang 24 Jam Usai Pemilu Mahasiswa, Pimpinan Baru BEM UI Diteror Ancaman Pembunuhan

Ketua & Wakil Ketua BEM UI 2026 diteror pembunuhan usai Pemira, WhatsApp diretas & paket horor dikirim.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Kurang 24 Jam Usai Pemilu Mahasiswa, Pimpinan Baru BEM UI Diteror Ancaman Pembunuhan
HO/IST/SuaraMahasiswa.com
TEROR PIMPINAN BEM UI - Pimpinan BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof dan Fathimah, menerima teror pembunuhan lewat pesan dan paket misterius. 

Seperti dilansir dari laman Suara Mahasiswa.com, teror tidak hanya dialami oleh pimpinan BEM UI terpilih. Project Officer (PO) Pemira UI 2025, Muhammad Nur Ihsan, juga mengaku menerima teror siber dan fisik sehari setelah Grand Closing Pemira UI. 

Melalui akun Instagram @nuriihsann, Ihsan membeberkan pesan ancaman yang menuduhnya tidak netral dan menuntutnya memenangkan pasangan calon tertentu.

Ihsan juga mengaku menerima teror berupa kiriman kardus berisi tulisan ancaman yang diletakkan di depan kosannya, serta mengalami intimidasi fisik saat dihentikan oleh orang tak dikenal di lingkungan UI pada Selasa (13/1/2026) dini hari.

 Ia bahkan mengaku sempat ditodong senjata oleh pelaku yang mengendarai motor tanpa pelat nomor.

Hingga kini, baik Yatalathof, Fathimah, maupun Ihsan menyatakan belum mengetahui siapa pelaku di balik rangkaian teror tersebut. Mereka memilih tidak berspekulasi karena belum memiliki bukti yang cukup.

Kandidat Pemira UI Angkat Suara

Sementara itu, salah satu kandidat lain dalam Pemira UI juga menyerukan agar seluruh pihak tetap menahan diri dan tidak saling menuduh. Ia menduga teror berasal dari pihak eksternal yang ingin memecah belah Ikatan Mahasiswa UI (IKM UI).

Sabiq selaku paslon 01 pada Pemira BEM UI 206 turut menyampaikan pernyataannya terkait rangkaian teror yang belakangan terjadi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @muhmdshabi1, pada Kamis (15/1).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, seluruh ancaman tersebut diduga berasal dari oknum non-IKM UI atau pihak eksternal yang memiliki kepentingan untuk memecah belah Ikatan Mahasiswa (IKM) UI.

“Saya sangat menyayangkan para pihak yang termakan dan terbawa arus dalam kondisi ini. Sangat disayangkan jika ada upaya-upaya untuk menunjuk saya sebagai aktor dalam segala bentuk kecaman dan ancaman yang terjadi,” ujar Sabiq dalam video reels tersebut.

Lebih lanjut, Sabiq menegaskan kembali bahwa terdapat juga beberapa rekan dekatnya yang mengalami teror, bahkan disebut sempat disergap oleh oknum non-IKM UI.

Peristiwa tersebut nyaris membahayakan keamanan dan kenyamanan mereka saat mengikuti rangkaian kegiatan Grand Closing Pemira UI 2025. Ia pun mengimbau agar sesama IKM UI tidak saling tuding dan tetap saling menjaga satu sama lain.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan laporan teror yang dialami para pihak dalam Pemira UI 2026.

Untuk diketahui, Pers Suara Mahasiswa UI adalah satu-satunya lembaga pers mahasiswa setingkat universitas di UI. Akrab disingkat Suma, kami menyajikan berita-berita yang aktual dan terpercaya mengenai isu-isu sosial, politik, ekonomi, seni budaya, gaya hidup, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan beragam isu lainnya dalam cakupan kampus, nasional, dan internasional. Suara Mahasiswa UI telah berdiri sejak tahun 1992 dan kini memiliki dua produk utama, yaitu website dan buletin Gerbatama.

(Wartakota/SuaraMahasiswa.com/Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas