Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kurang 24 Jam Usai Pemilu Mahasiswa, Pimpinan Baru BEM UI Diteror Ancaman Pembunuhan

Ketua & Wakil Ketua BEM UI 2026 diteror pembunuhan usai Pemira, WhatsApp diretas & paket horor dikirim.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Kurang 24 Jam Usai Pemilu Mahasiswa, Pimpinan Baru BEM UI Diteror Ancaman Pembunuhan
HO/IST/SuaraMahasiswa.com
TEROR PIMPINAN BEM UI - Pimpinan BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof dan Fathimah, menerima teror pembunuhan lewat pesan dan paket misterius. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra, mengaku diteror pembunuhan kurang dari 24 jam usai Pemira UI. 
  • Ancaman datang lewat pesan WhatsApp, peretasan akun keluarga, hingga paket COD berisi barang intimidatif. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026 terpilih, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra, mengaku menerima teror pembunuhan dari orang tidak dikenal.

Teror tersebut datang kurang dari 24 jam setelah Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) UI rampung digelar pada Selasa 13 Januari 2026.

Baca juga: Teror Buaya Raksasa Meresahkan! Muncul di Jakarta Utara hingga Nelayan di Bintan Tewas Diterkam

Kronologi Teror terhadap Pimpinan Baru BEM UI

Ancaman pertama kali diterima melalui pesan WhatsApp pada Rabu (14/1/2026), sehari setelah Pemira UI yang digelar pada Selasa malam dan dimenangkan pasangan Yatalathof–Fathimah.

Yatalathof mengungkapkan, pelaku mengirim pesan berisi ancaman pembunuhan sekaligus tuntutan agar dirinya mengundurkan diri dari jabatan Ketua BEM UI 2026.

Tidak hanya itu, pelaku juga berupaya meretas akun WhatsApp miliknya dan beberapa anggota keluarganya.

“Terus kemudian dari kakakku sendiri juga kena (retas), langsung mengirim ke berbagai grup, kurang lebih isinya terkait ancaman dan foto-foto propaganda untuk mundur, ancam pembunuhan,” kata Yatalathof, Minggu (18/1/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Teror serupa juga dialami Fathimah Azzahra selaku Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih. Ia menerima kiriman paket misterius yang tidak pernah dipesan dengan sistem bayar di tempat (cash on delivery/COD).

Paket tersebut berisi berbagai barang bernuansa intimidatif, seperti gunting taman, kursi roda, kain kafan, senjata tajam, hingga topeng horor, dengan total nilai tagihan mencapai Rp1,8 juta.

Tak berhenti di situ, pelaku juga menyebarkan foto-foto propaganda, ilustrasi horor, serta video ancaman ke berbagai grup WhatsApp, mulai dari grup keluarga, lingkungan RT/RW, hingga rekan kerja orang tua korban.

Video tersebut menampilkan visual ancaman pembunuhan dengan menjadikan foto korban sebagai target.

Merasa terancam, Yatalathof dan Fathimah melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Pelaksana Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus (UPT PLK) UI.

Pihak kampus pun memberikan pengamanan berupa pengawalan saat aktivitas tertentu serta koordinasi lintas unit, termasuk dengan dekanat dan bidang kemahasiswaan.

“Kalau dari kita tuh sebenarnya justru bingung, ini kenapa. Ini kan jelas merugikan kita,” ujar Fathimah.

“Kami juga enggak bisa menebak-nebak ini dari siapa,” sambungnya.

Fathimah menilai, teror pembunuhan dalam dinamika Pemira UI merupakan hal yang baru pertama kali terjadi dan sangat meresahkan.

Baca juga: Iqbal Damanik Ungkit Teror ke Aktivis di Aksi Kamisan Depan Istana, Peserta Bunyikan Mainan Ayam

PO Pemira UI 2025 Juga Terima Teror

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas