Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kompleks Polri Pondok Karya Jaksel Banjir, Warga Memilih Bertahan di Rumah

Kompleks Polri Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Kompleks Polri Pondok Karya Jaksel Banjir, Warga Memilih Bertahan di Rumah
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
BANJIR JAKARTA - Banjir melanda di kawasan Komplek Polri Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026). Warga masih banyak yang bertahan dan tidak mengungsi. 

Ringkasan Berita:
  • Kompleks Polri Pondok Karya, Jakarta Selatan, terendam banjir akibat hujan deras dengan ketinggian air sekitar 55 sentimeter. 
  • Warga memilih bertahan di rumah dan hanya meminta bantuan perahu untuk beraktivitas ke jalan besar. 
  • BPBD DKI mencatat ratusan RT dan puluhan ruas jalan di Jakarta juga terdampak banjir dan terus ditangani petugas.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kompleks Polri Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi pada Jumat (23/1/2026).

Pantauan Tribunnews.com sekira pukul 10.00 WIB, air berwarna coklat masih menggenangi komplek yang memang menjadi lokasi langganan banjir.

Meski begitu, warga memilih untuk tidak mengungsi dan bertahan di rumahnya masing-masing.

"Untuk warga, sampai saat ini tidak ada yang di penampungan. Semua masih berada di kediaman atau di rumah masing-masing," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan kepada wartawan di lokasi, Jumat.

Warga, kata Putu, hanya meminta bantuan evakuasi untuk ke depan jalan besar guna beraktivitas seperti kerja dan membeli makan.

Dari pantauan, petugas gabungan membantu warga yang ingin beraktivitas dengan menggunakan perahu karet.

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena memang sudah langganan di sini , sehingga konstruksi rumah mereka juga sudah tinggi. Memang jalanan tergenang, tapi rumah tinggi," ucapnya.

Lebih lanjut, Putu mengatakan saat ini debit air sudah mulai surut. Dari data yang ada, ketinggian air di komplek tersebut hanya setinggi 55 cm.

"Sekarang saat ini sudah ada di ketinggian 55 centimeter. Dan mudah-mudahan tidak ditambah lagi diguyur hujan, sehingga itu akan terus turun, karena aliran air itu lancar, tidak tersumbat dan menggenang," jelasnya.

Informasi, Curah hujan yang cukup tinggi yang melanda Jakarta dan sekitarnya mengakibatkan sejumlah wilayah terdampak banjir pada Jumat (23/1/2026). 

KEMACETAN SAAT BANJIR - Petugas mengatur arus kendaraan di tengah banjir di Jalan DI Panjaitan, depan Wika Tower arah Kebon Nanas, Jakarta Timur, Kamis petang (22/1/2026). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan sistem buka-tutup arus dan mengoperasikan lampu merah secara manual di Kuningan dan Cawang guna mengurai kemacetan akibat genangan.
KEMACETAN SAAT BANJIR - Petugas mengatur arus kendaraan di tengah banjir di Jalan DI Panjaitan, depan Wika Tower arah Kebon Nanas, Jakarta Timur, Kamis petang (22/1/2026). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan sistem buka-tutup arus dan mengoperasikan lampu merah secara manual di Kuningan dan Cawang guna mengurai kemacetan akibat genangan. (X @TMCPoldaMetro)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 07.00 WIB, ada 125 RT dan 14 Ruas Jalan yang terendam banjir hingga setinggi 150 cm. 

"Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 22 Januari 2026 menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta," kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan dalam keterangannya, Jumat. 

Yohan mengatakan BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. 

Selain itu, koordinasi dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. 

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir Jakarta: 125 RT Terendam, Pemprov Berlakukan WFH dan PJJ

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop," tukas Yohan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas