Sidak Pasar Kopro, Polda Metro Temukan Harga Bahan Pokok Melampaui HET
Polda Metro Jaya temukan bahan pokok dijual di atas HET saat sidak di Pasar Kopro. Satgas peringatkan pedagang jangan timbun stok!
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Satgas Saber Pangan Polda Metro Jaya pantau harga bapokting di Pasar Kopro, Jakarta Barat.
- Petugas temukan harga cabai hingga daging sapi melampaui harga acuan pemerintah.
- Polisi peringatkan distributor dan pedagang agar tidak melakukan penimbunan stok jelang Lebaran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim dari Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bergerak cepat menjaga stabilitas pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Melalui Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga (SSBPH), petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Kopro, yang berada di Jalan Tanjung Duren Raya, Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (4/3/2026).
Langkah preventif ini diambil guna memastikan masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tidak wajar serta mencegah praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Ardila Amry, menjelaskan bahwa pengecekan ini merupakan implementasi tugas Satgas yang dibentuk berdasarkan SKEP Kepala BAPANAS RI Nomor 4 Tahun 2026.
"Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan ketersediaannya aman bagi masyarakat," ujar Ardila dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Temuan Harga di Atas Acuan Pemerintah
Dalam penyisiran langsung ke lapak-lapak pedagang jelang Lebaran 2026 ini, tim Satgas masih menemukan sejumlah komoditas yang dibanderol di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit merah tercatat menyentuh angka Rp140.000 per kilogram, disusul bawang merah seharga Rp52.000 per kilogram.
Komoditas protein juga mengalami tekanan harga, di mana telur ayam dijual sekitar Rp32.000 per kilogram dan daging sapi berada di kisaran Rp150.000 per kilogram.
Menanggapi temuan tersebut, petugas memberikan teguran kepada para pedagang sebagai langkah peringatan awal.
"Kami mengingatkan para pedagang maupun distributor agar tidak melakukan praktik penimbunan atau memainkan harga yang dapat merugikan masyarakat, terutama mendekati Idul Fitri," tegas Ardila.
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem saat Lebaran 2026, Hujan Lebat Intai Sejumlah Wilayah
Awasi Rantai Distribusi Hingga Tingkat Produsen
Polda Metro Jaya tidak hanya berhenti pada teguran di tingkat pasar.
Tim Satgas Saber kini tengah melakukan penelusuran mendalam terhadap rantai distribusi komoditas tersebut, mulai dari tingkat distributor hingga produsen.
Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya simpul distribusi yang sengaja memicu lonjakan harga di pasar.
Selain pengawasan harga, petugas juga fokus mengantisipasi potensi penimbunan bahan pokok strategis lainnya seperti minyak goreng, beras, dan gula.
Upaya pengawasan berkala ini akan terus diperketat di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya demi menjamin rasa aman warga saat berbelanja kebutuhan pokok.
Guna menjaga ketahanan pangan nasional, Polda Metro Jaya terus memperkuat koordinasi dengan Bulog, Bapanas, serta pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stok pangan tetap melimpah dan harga terkendali, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan Lebaran dengan harga yang wajar.