Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kata Menteri LH hingga Pramono Anung soal Longsor Sampah Bantargebang, KLH Mulai Penyidikan

Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang Kota Bekasi longsor pada Minggu (8/3/2026) pukul 14.30 WIB, 5 orang meninggal dunia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang Kota Bekasi longsor pada Minggu (8/3/2026) pukul 14.30 WIB.
  • Dalam peristiwa tersebut, sejauh ini, ada 5 orang yang menjadi korban jiwa.
  • Longsornya gunungan sampah setinggi 50 meter itu, diduga karena hujan ekstrem pada Minggu, kemarin. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Longsornya gunungan sampah di TPST Bantar Gebang Kota Bekasi, Jawa Barat, mengingatkan kembali persoalan serius pengelolaan sampah di kawasan penampungan terbesar di Tanah Air itu. 

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang beroperasi di DKI Jakarta sejak tahun 1989 itu, longsor pada Minggu (8/3/2026) pukul 14.30 WIB.

Akibatnya, sebanyak 5 orang meninggal dunia, terdiri dari dua sopir, satu pemulung perempuan, dan perempuan berusia sekitar 60 tahun yang diketahui berjualan di sekitar lokasi.

Hari ini, Senin (9/3/2025), ditemukan lagi satu jenazah. Korban diduga adalah sopir truk yang sebelumnya dilaporkan hilang saat peristiwa longsor terjadi.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, longsornya gunungan sampah setinggi 50 meter itu, diduga karena hujan ekstrem pada Minggu, kemarin. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi hujan tersebut, lantas menyebabkan air meresap ke dalam tumpukan sampah hingga menimbulkan permukaan licin.

Akibatnya, terjadi pergeseran atau sliding pada tumpukan sampah yang memicu longsor di zona 4A TPST Bantar Gebang di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang.

"Peristiwa longsor di Zona 4A pada pukul 14.30 WIB diduga dipicu hujan ekstrem pada hari Minggu," katanya di Balai Kota Jakarta, Senin.

Dampak kejadian tersebut, membuat jalan operasional di sekitar lokasi serta Sungai Ciketing sepanjang kurang lebih 40 meter tertutup material sampah.

1. Kata Menteri

Merespons longsornya TPST Bantar Gebang, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pihaknya telah memulai penyidikan.

Langkah tersebut, kata Hanif Faisol, dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam pengelolaan sampah yang berpotensi melanggar aturan lingkungan hidup.

“Kami telah memulai penyidikan menyeluruh dan penegakan hukum tegas guna memastikan persoalan sampah ibu kota yang berlarut-larut tidak kembali memakan korban jiwa,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

Baca juga: Jumlah Korban Longsor Gunungan Sampah di Bantargebang Bekasi Menjadi 13 Orang: 6 Orang Tewas

Dikutip dari Tribun Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menerbitkan peringatan terkait kondisi pengelolaan sampah di TPST Bantargebang yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi.

Peringatan tersebut, diterbitkan sebelum kejadian longsor Bantar Gebang.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas