Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Antrean Panjang Sepeda Motor di SPBU Jaksel, Warga Bukan Panic Buying Tapi Khawatir Harga BBM Naik

Pantauan di sejumlah SPBU Jakarta menunjukkan antrean di beberapa titik, tetapi umumnya masih tergolong normal dan bukan karena panic buying.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Antrean Panjang Sepeda Motor di SPBU Jaksel, Warga Bukan Panic Buying Tapi Khawatir Harga BBM Naik
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
ISU KENAIKAN BBM - Terjadi antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang didominasi kendaraan roda dua di tengah isu kenaikan harga BBM pada Senin (30/3/2026). Namun, pengguna rata-rata menyebut antrean itu sudah biasa di pom itu. 

Tribunnews.com pun mencoba menelusuri SPBU Pertamina lain. Tepatnya di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, ada SPBU yang antreann6a terlihat hanya ada di pom pengisian bensin subsidi atau Pertalite.

Hal ini karena BBM non-subsidi atau Pertamax tengah kosong di dua stasiun bahan bakar tersebut.

Pada periode Februari ke Maret 2026, sejumlah produk BBM non-subsidi di Indonesia mengalami kenaikan.

Pertamax naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 menjadi Rp12.900, serta Pertamax Turbo dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter.

Untuk jenis solar non-subsidi, harga Dexlite naik dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar masih ditahan masing-masing di harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Baca juga: Isu BBM Naik 1 April, Antrean SPBU di Jakarta Timur Mengular tapi Warga Tetap Tenang

Respons Pemerintah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal mengenai arah kebijakan harga BBM subsidi menyusul lonjakan harga minyak dunia yang menembus 115 dolar AS per barel. 

Rekomendasi Untuk Anda

Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah sebelum mengambil keputusan.

Jawaban ini sekaligus merespons isu akan potensi kenaikan harga per 1 April mendatang. 

Bahlil meminta publik untuk memercayakan keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo selaku kepala negara. 

Dia meyakini Eks Danjen Kopassus itu punya hari untuk memperhatikan nasib rakyat kecil.

"Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil. Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," ujar Bahlil saat ditemui di lokasi penginapan Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). 

Bahlil memahami tekanan geopolitik global membuat harga minyak mentah melonjak tinggi. 

Akan tetapi, pemerintah tetap mengupayakan stabilitas di dalam negeri.

"Harga sekarang sudah mencapai 115 dolar. Di dalam negeri masih stabil. Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah," tambahnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas