Penumpang Selamat Sebut Ada yang Tak Beres Sebelum Kecelakaan Kereta di Bekasi
Tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek menewaskan 14 penumpangnya sejauh ini dan 85 orang luka.
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan kereta commuter line dengan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
- Hingga pukul 08.45 WIB, korban meninggal dunia 14 orang, korban luka 84 yang dirawat di sejumlah rumak sakit di Bekasi.
- Seorang saksi penumpang kereta yang selama menceritakan detik-detik kecelakaan terjadi.
- Tribunnews.com Network akan terus meng-update informasi terkait kecelakaan ini.
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Desi Budianti (50) terlihat masih shock.
Duduk bersandar di kursi stasiun, Desi sesekali mengecek layar ponselnya.
Matanya masih berkaca-kaca saat seseorang di dekatnya mengajak mengobrol.
Desi adalah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) yang selamat dari kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam.
Tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek menewaskan 14 penumpangnya sejauh ini dan 85 orang luka.
Ada yang tak beres
Malam itu, Desi hendak pulang ke rumahnya di Cikarang setelah dari Jakarta.
KRL merupakan transportasi andalannya untuk beraktivitas di Ibu Kota Jakarta.
"Ibu biasanya di gerbong lima kalau naik kereta, dari Jakarta mau pulang ke Cikarang," kata Desi kepada TribunJakarta.com.
Sebelum tabrakan maut, suasana di dalam rangkaian kereta yang dia tumpangi memang sudah mulai tak beres.
Desi merasa ada yang tak beres karena rangkaian keretanya tertahan di Stasiun Bekasi Timur cukup lama.
Alasan tertahan karena ada insiden kecelakaan mobil taksi tertemper rangkaian KRL dari arah Cikarang ke Jakarta di perlintasan Jalan Ampera.
"Ternyata kan kereta itu ada yang kesrempet kereta apa ditabrak kereta, tapi di jalur lain, jalur sebelah sana," ucap Desi.
Penumpang di gerbong Desi duduk cukup ramai tetapi tidak padat.
Keresahan mulai menyelimuti lantaran KRL tertahan sudah cukup lama.
Di tengah keresahan lelah menunggu KRL tertahan, suasana tiba-tiba riuh setelah suara benturan keras terdengar dari gerbong belakang dari arah datangnya kereta.
Baca tanpa iklan