Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jazilul Fawaid: Proses Pendidikan Tetap Berlangsung di Era New Normal

Anak-anak selama masa pandemi Covid-19 jadi kekurangan asupan pendidikan,

Jazilul Fawaid: Proses Pendidikan Tetap Berlangsung di Era New Normal
TRIBUN/DANY PERMANA
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (kiri) berbincang dengan awak redaksi Tribun Network dalam acara kunjungan Pimpinan MPR RI ke Redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Rabu (18/12/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dalam suatu acara diskusi dengan tema Covid-19 Di Tengah Masa Kenormalan Baru yang disiarkan secara langsung oleh salah satu station radio di Jakarta, 25 Juni 2020, pukul 15.00 WIB, menuturkan mencari ilmu merupakan suatu tuntunan hidup yang wajib ditempuh dari ayunan hingga liang lahat. Dengan ilmu itulah seseorang bisa sukses hidupnya.

“Ilmu dapat mengangkat derajat hidup seseorang,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, suatu bangsa maju atau tidak akan ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM)-nya. Dari sinilah politisi PKB itu menegaskan arti penting akan pendidikan dan kewajiban untuk meraihnya.

Dalam masa pandemi Covid-19, pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu mengakui dunia pendidikan di Indonesia dan di banyak negara lain yang juga terdampak pandemi Covid-19 terganggu. Akibat adanya larangan berkerumun membuat sekolah ditutup. Sebagai gantinya proses pendidikan dilakukan degan cara jarak jauh, seperti lewat online.

Untuk itu Koordinator Nasional Nusantara Mengaji menegaskan agar pemerintah tanggap memberi pelayanan publik dalam masa new normal. Diungkapkan, salah satu yang harus diperhatikan pemerintah dalam dunia pendidikan dalam masa new normal adalah memberikan layanan penyediaan internet. “Kita butuh jaringan komunikasi yang bagus,” tuturnya.

Dengan jaringan yang bagus dan ketersediaan internet maka proses pendidikan akan tetap berlangsung. Dirinya sedih ketika proses pendidikan selama masa PSBB, stay at home, work from home, terganggu. Bila demikian terus terjadi menurut Jazilul Fawaid akan menyebabkan hilangnya satu generasi.

“Anak-anak selama masa pandemi Covid-19 jadi kekurangan asupan pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap kepada pemerintah agar memperhatkan dunia pendidikan seperti pemerintah juga memperhatikan dunia usaha. Diakui sekarang kebutuhan internet merupakan kebutuhan primer. “Dulu kebutuhan primer sandang, pangan, dan papan, sekarang ditambah dengan kebutuhan internet,” tegasnya.

Menurut Jazilul Fawaid terdampak dari pandemi Covid-19 tidak hanya dunia pendidikan umum. Dunia pendidikan pesantren pun juga terkena dampak yang sama. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada pemerintah juga memperhatikan pendidikan pesantren.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu mengajak semua untuk mengambil hikmah dari wabah Covid-19 yang melanda sejak awal tahun 2020. Dengan adanya wabah membuat manusia dituntut untuk hidup bersih. “Bersih badan dan lingkungan,” paparnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas