Guru Antar Amplop Khusus ke Rumah Siswa tak Lulus
Senin 26 April 2010 kemarin menjadi hari bagi siswa siswi SMA/MA/SMK, dengan adanya pengumuman kelulusan Hasil UN 2010. Tak ketinggal juga MAN 1 Boyolali, Jawa Tengah yang mengikutsertakan siswanya dalam UN berjumlah 169 orang.
Editor: Iswidodo
BOYOLALI- Senin 26 April 2010 kemarin menjadi hari bagi siswa siswi SMA/MA/SMK, dengan adanya pengumuman kelulusan Hasil UN 2010. Tak ketinggal juga MAN 1 Boyolali, Jawa Tengah yang mengikutsertakan siswanya dalam UN berjumlah 169 orang.
Dari jumlah tersebut dinyatakan lulus UN berjumlah 164, dan yang harus mengulang (tidak lulus) 5 orang. 1 siswa dari jurusan IPA, dan 5 lagi dari jurusan IPS. MAN I Boyolali meraih nilai rata-rata UN tertinggi 8,50.
Dalam rangka menghindari dampak negatif dari pengumuman kelulusan UN, MAN I Boyolali mengambil inisiatif dengan memberikan pengumuman lewat jasa pihak Kantor Pos.
Kantor Pos akan memberikan pengumuman kelulusan UN ke rumah masing-masing siswa. Sehingga terkadang kalau rumah siswa jauh di pelosok, pengumuman bisa sampai malam hari, tetapi hari itu juga.
Khusus bagi siswa yang tidak lulus (mengulang), pengumuman diantarkan oleh panitia UN MAN 1 Boyolali dan guru pamong ke rumahnya.
Cara ini ditempuh dengan maksud memberikan semangat, membesarkan hati dan menghibur siswa tersebut agar tidak terlalu bersedih hati dan segera bersiap-siap mengulang ujian pada tanggal 10 – 14 Mei 2010, khusus mata pelajaran yang tidak lulus.
Ternyata dengan langkah tersebut siswa yang tidak lulus bisa menerima ketidak lulusannya dengan berbesar jiwa, bahkan bersemangat segera mengikuti ujian ulang mata pelajaran yang tidak lulus itu.
Dengan bersilaturrahim ke rumah siswa, guru pamong dan panitia dapat memberikan semangat juga kepada orang tuanya agar tidak memarahi anaknya yang tidak lulus, dan mendorong orang tuanya agar mendampingi setiap saat agar siswa tidak kehilangan kendali.
Sebagian teman-teman siswa yang tidak lulus biasanya langsung bersama-sama ke rumah siswa yang tidak lulus untuk memberikan support dan menghiburnya sehingga siswa tersebut merasa ada yang peduli, memberikan kasih sayang dan perhatian.
Kata kuncinya adalah pendekatan kasih sayang dan perhatian kepada siswa yang tidak lulus tersebut dari berbagai pihak. Baik sekolahnya, orang tuanya, teman-teman siswa dan masyarakat.
Ternyata dengan langkah-langkah ini, dampak pengumuman kelulusan UN yang biasanya siswa akan meluapkan kegembiraannya dengan corat-coret, pawai, dan bahkan kalau tidak lulus melampiaskan kekesalannya dengan tindakan anarkhis atau bahkan berbuat ceroboh dengan bunuh diri., Hal ini tidak pernah terjadi pada MAN 1 Boyolali ini. (*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.