Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Agung Adiprasetyo: Masyarakat Diuntungkan Persaingan Ketat Media

CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo mengatakan persaingan media massa semakin ketat, namun mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Domu D. Ambarita

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR- Chief Executive Officer (CEO) Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo mengatakan persaingan media massa semakin ketat. Walaupun demikian, kehadiran media sangat berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan masyarakat.

"Masyarakat diuntungkan karena persaingan semakin ketat akibat perkembangan teknologi, proses inovasi, dan komunikasi informasi," ujar Agung saat berbicara pada pada Pertemuan Puncak Forum Pemred di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (13/6/2013).

Usai dibuka Ketua Dewan Pers Bagir Manan, acara dilanjutkan diskusi seputar peran pers dalam mewujudkan Indonesia perkasa.

Diskusi dipandu Achmad Khusaini dengan menghadirkan pembicara Chief Executive Officer (CEO) Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo, bos Jawa Pos Dahlan Iskan, pemilik Media Group Surya Paloh, Fikri Jufri dari Tempo, dan Hartono dari SCTV.

Sekarang, kata Agung, tuntutan terhadap tanggung jawab sosial semakin besar. Dan semakin lama, media perlu dana besar dan apakah bisa memberi hidup lebih baik kepada warga dan karyawan. "Inilah yang harus dipikirkan," ujar Agung.

Dia pun mengatakan media harus mengkritisi terhadap kualitas dan konsistensi kebijakan pemerintah yang berdampak pada industri. Kemudian melakukan gugatan terhadap ketersediaan, kecukupan, dan keandalan infrastruktur.

Dahlan Iskan, yang juga Menneg BUMN itu melihat sekarang ini muncul kelompok masyarakat yang memiliki tiga ciri khas yakni kelompok yang ingin maju sehingga semua ingin serbacepat.

Rekomendasi Untuk Anda

Kelompok kedua yakni mereka independen, vokal, ceplas-ceplos. Dan ketiga adalah kelompok yang tidak mau lagi diajak menderita.

Tiga cirikhas ini harus disikapi. Sayangnya kata Dahlan, masyarakat yang ingin serbacepat tapi birokrasi lambat. Ini bisa diatasi selama kuncinya mau bekerja.

Masyarakat independen, vokal, harus menghadapi birokrasi ndableg, cuek. Ini bisa diatasi jika birokrasi mau berkembang dalam pelayanan.

Sedang masyarakat yang nggak suka diajak menderita, birokrasinya tidak kerja hanya mengimbau. Jadi birokrasi harus action. (Tribun Manado/Ribut Raharja)

Sumber: Tribun Manado
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas