Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komisi I Minta SBY Buka Surat Balasan Australia

Komisi I DPR meminta surat balasan Perdana Menteri Australia Tony Abbott kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dibuka ke publik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi I DPR meminta surat balasan Perdana Menteri Australia Tony Abbott kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dibuka ke publik. Surat tersebut terkait kasus penyadapan yang dilakukan Australia

"Karena ini sudah menjadi ranah publik, dan publik bereaksi, sebagai bagian dari negara. Maka adalah menjadi tidak etis, saya membalas pernyataan Julian kalau kemudian, tidak dibuka kepada publik," kata Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/11/2013).

Menurut Hasanuddin tidak perlu pihak istana membacakan isi surat tetapi pada substansinya saja. Sebab publik perlu mengetahui balasan surat itu.

"Tapi substansinya harus dijelaskan kepada publik. Tidak persis. Tapi sampaikan," katanya.

Ia mengatakan publik perlu mengetahui sikap PM Australia terhadap penyadapan tersebut. Kemudian bagaimana sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas surat tersebut.

Sebab, kalau surat tersebut tidak dibuka, Hasanuddin mengatakan masyarakat hanya akan menebak sikap Australia.

"Yang lebih parah, Pak SBY bisa jadi sasaran fitnah oleh rakyat. Bisa jadi ada cerita soal apa-apa. Jadi tidak bagus. Enggak akan selesai masalahnya," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas