Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PPI: Pecat Pasek, Demokrat Khianati Demokrasi

Sri Mulyono menilai pemberhentian Gede Pasek dari anggota DPR RI sebagai sebuah pengkhianatan terhadap demokrasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in PPI: Pecat Pasek, Demokrat Khianati Demokrasi
TRIBUN/DANY PERMANA
Gede Pasek Suardika 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bahri Kurniawan

Tribunnews.com, Jakarta - Fungsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono menilai tindakan Partai Demokrat yang memberhentikan Gede Pasek Suardika dari anggota DPR RI sebagai sebuah pengkhianatan terhadap demokrasi.

"(Pemecatan) Pak Pasek, tentunya saya bersedih karena ternyata demokrasi sudah dikhianati oleh Partai Demokrat," ujar Sri saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (17/1/2014).

Menurut Sri, tidak ada UU atau peraturan yang melarang pengurus partai untuk menjadi pengurus atau anggota sebuah organisasi massa. Bahkan di internal Partai Demokrat-pun, Sri menyebut, tidak ada aturan seperti itu.

Ia menduga keterlibatan Gede Pasek di PPI menjadi penyebab Partai Demokrat mengambil tindakan pemberhentian tersebut. Ia mengaku tidak habis pikir kenapa hanya karena masuk PPI Gede Pasek harus diberhentikan,

"Tapi PPI memang dianggap spesial oleh Pak SBY. Beliau dengan sangat bersemangat menginginkan PPI cepat tumbuh besar," tuturnya.

Sri menambahkan, pemberhentian Pasek juga menjadi tanda tanya besar ketika ada kader Partai Demokrat yang memiliki masalah dengan hukum tetapi tidak mendapat perlakuan yang serupa.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini luar biasa, banyak kader PD bermasalah hukum tapi ditolerir, sebut saja Syarief Hasan dimana dikementerianya terjadi skandal korupsi yang melibatkan putra sulungnya, ini jelas jelas KKN," tandasnya.

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas