Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Klarifikasi Panglima TNI Mesti Diapresiasi

Bila mencermati wawancara Panglima TNI yang dilakukan dalam bahasa Indonesia memang Panglima TNI ingin bersikap sopan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Klarifikasi Panglima TNI Mesti Diapresiasi
Istimewa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --  Panglima TNI Moeldoko telah memberi klarifikasi bahwa tidak pernah ada ucapan dirinya yang meminta maaf (regret) kepada pemerintah Singapura terkait penamaan Usman Harun atas KRI saat diwawancara wartawan NewsAsia.

Pengamat politik Hikmahanto Juwana mengatakan, rupanya wartawan yang mewawancara telah salah menterjemahkan kata 'maaf' yang disampaikan oleh Penglima TNI dari yang seharusnya 'pardon' menjadi 'regret'.

Bila mencermati wawancara Panglima TNI yang dilakukan dalam bahasa Indonesia memang Panglima TNI ingin bersikap sopan (mungkin karena pemirsa adalah warga Singapura) sehingga mendahului pernyataannya bahwa Indonesia tetap menggunakan nama Usman Harun untuk KRI dengan kata "maaf."

"Klarifikasi yang telah diberikan oleh Panglima TNI patut diapresiasi dan publik Indonesia tidak perlu gusar," kata Hikmahanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/4/2014).

Pemerintah Singapura, khususnya Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, tidak seharusnya buru-buru merespons dengan menyambut baik permohonan maaf Indonesia melalui Panglima TNI berdasarkan suatu wawancara.

Dalam etika diplomatik seharusnya pernyataan maaf dari suatu pemerintah dilakukan melalui saluran-saluran resmi.

Belum lagi seharusnya Menhan Singapura tahu bahwa bila ada pernyataan maaf dari pemerintah Indonesia maka hal tersebut dilakukan oleh Menhan atau Menlu Indonesia. Panglima TNI tidak memiliki domain untuk mengatasnamakan pemerintah Indonesia dalam kaitan dengan permintaan maaf kepada negara lain.

Rekomendasi Untuk Anda

Publik dan media Indonesia diharapkan tidak terjebak dengan pernyataan media dan Menhan Singapura seolah-olah Panglima TNI tidak menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas