Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penghina Presiden Ditangkap

Kapolri: Jangan Lecehkan Presiden dan Lambang Negara

Kapolri berharap masyarakat bisa belajar dari kasus Muhammad Arsyad (MA) tersangka penghina Presiden Joko Widodo.

Kapolri: Jangan Lecehkan Presiden dan Lambang Negara
TRIBUNNEWS.COM/Nurmulia Rekso Purnomo
Kapolri Jenderal Pol Sutarman usai menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pelecehan terhadap presiden maupun lambang-lambang negara.

Kapolri berharap masyarakat bisa belajar dari kasus Muhammad Arsyad (MA) tersangka penghina Presiden Joko Widodo.

Siapapun presidennya, imbuh Kapolri, merupakan lambang negara ini yang harus dihormati. Bukan dilecehkan dalam bentuk apapun.

Sebab, tegas Sutarman, siapa lagi yang menghormati Jokowi yang menjadi lambang negara ini, kalau bukan masyarakat Indonesia sendiri.

"Siapa lagi yang harus menghormati presiden kita, lambang-lambang negara kita, kalau bukan Kita sendiri. Itu sudah merupakan kewajiban bagi bangsa Indonesia untuk menghormati simbol-simbol negara yang kita miliki," tegas Kapolri di komplek kantor presiden, Jakarta, Senin (3/11/2014).

"Simbol-simbol negara itu, Baik bendera merah putih. Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia," ujarnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rendy Sadikin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas