Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Antisipasi Penyanderaan, Polisi Kawal Distribusi BBM

Selain menjaga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), polisi juga melakukan pengawalan distribusi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Antisipasi Penyanderaan, Polisi Kawal Distribusi BBM
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR) menahan truk tanki BBM bersubsidi di ruas Jalan HR Subrantas, depan Kampus UR, Pekanbaru, Jumat (5/9/2014). Hal ini merupakan buntut dari protes mereka terhadap gonjang-ganjing rencana kenaikan BBM bersubsidi. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Selain menjaga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), polisi juga melakukan pengawalan distribusi.

Hal itu diutarakan oleh Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar pada Tribunnews.com, Selasa (18/11/2014).

"Untuk mengantisipasi penyanderaan truk tangki BBM dari ulah massa yang demo dan lainnya, kami juga lakukan pengawalan distibusi BBM," kata Boy.

Boy menambahkan pihaknya mengimbau agar aksi unras terkait penolakan BBM tetap dilakukan dengan santun dan tidak merusak.

Termasuk tidak melakukan pembakaran ban, penyanderaan truk tangki maupun penyadraan kendaraan berplat merah.

Untuk diketahui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi per Selasa (12/11/2014) pukul 00.00 WIB.

Rekomendasi Untuk Anda

Jokowi mengakui kebijakan itu merupakan kebijakan yang berat sebagai sebuah bangsa.Kenaikan harga BBM yakni premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Dan Solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas