Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Jonan Kepada BW: KAI itu Ruwet, tapi Urusan Udara Lebih Ruwet Lagi

Bambang Widjojanto menduga ada masalah dengan bisnis penerbangan AirAsia terkait penerbangan QZ8501 rute Surabaya-Singapura.

Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Jonan Kepada BW: KAI itu Ruwet, tapi Urusan Udara Lebih Ruwet Lagi
Tribunnews/Jeprima
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (kanan) bersama petugas KPK memperlihatkan barang bukti uang dari operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap terkait jual beli gas alam pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, Jawa Timur, pada konferensi pers di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2014). Dalam kasus tersebut KPK menangkap mantan Bupati Bangkalan yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron dan tiga orang lainnya serta mengamankan sejumlah uang yang belum selesai dihitung jumlahnya. (Tribunnews/Jeprima) 

Tribunnews.com, Jakarta — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menduga ada masalah dengan bisnis penerbangan AirAsia terkait penerbangan QZ8501 rute Surabaya-Singapura. Dugaan tersebut muncul setelah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menghubunginya dan mengeluhkan masalah maskapai penerbangan tersebut.

"Kalimat yang menarik, 'Mas, aku pikir KAI (Kereta Api Indonesia) ruwet, ternyata urusan udara lebih ruwet lagi'. Bayangan saya, ada soal mengenai business process-nya," ujar Bambang di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/1/2015), menirukan ucapan Jonan.

Oleh karena itu, kata Bambang, nantinya KPK akan mengkaji proses bisnis AirAsia setelah hasil investigasi Kementerian Perhubungan diterima KPK. Selain itu, kata Bambang, akan dilihat juga apakah terjadi penyalahgunaan kewenangan orang-orang yang terlibat dalam lingkup bisnis tersebut.

"Kalau terjadi penyalahgunaan kewenangan, apakah orang itu masuk dalam Pasal 11 KPK, dia penyelenggara (negara) bukan. Kalau bukan, maka itu pasti tidak ditangani KPK. Kalau memang masuk maka potensial ditangani KPK," kata Bambang.

Menurut Bambang, KPK juga perlu melakukan kajian di sektor udara setelah sebelumnya menyelesaikan kajian di sektor kelautan terkait penangkapan ikan secara ilegal. "Tapi udara ini belum. Kita sudah main di darat, di laut, belum di udara. Jadi apakah perlu ada kajian lebih lanjut, kira-kira begitu," ujar Bambang.

Sebelumnya, Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Bandara Juanda Surabaya Praminto Hadi mengatakan bahwa AirAsia tidak memiliki izin terbang pada hari Minggu. "AirAsia tidak mengajukan perubahan izin terbang dari Sabtu ke Minggu kepada Dirjen Perhubungan Udara, sehingga penerbangan Minggu ilegal," ujar Praminto di Kompleks Mapolda Jawa Timur, Senin (5/1/2015) sore.

Atas kasus tersebut, menindaklanuti permintaan Menteri Perhubungan, Manajer Operasi dan Pengawas Tugas Operasional (PTO) AMC (Apron Movement Control) Bandara Juanda telah dimutasi. Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Berita Rekomendasi

Sedangkan Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko menyatakan siap bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait dibekukannya rute penerbangan AirAsia Surabaya-Singapura.  

"Terkait keputusan Kemenhub, kami mengikuti tahapan-tahapan evaluasi. Kami tidak akan memberikan pernyataan hingga diumumkan hasil dari evaluasi tersebut," kata Sunu dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Sabtu (3/1/2015). (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas