Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Presiden Jokowi Gelar Rapat Terbatas Bahas Dampak El Nino

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas dampak badai El Nino di Indonesia, Kamis (6/8/2015).

Presiden Jokowi Gelar Rapat Terbatas Bahas Dampak El Nino
TRIBUN/henry lopulalan
Presiden Joko Widodo ketika meresmikan Pembukaan Temu Kreatif Nasional 2015 di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten, Selasa (4/8). Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo juga meresmikan Gedung ICE tersebut yang memiliki luas 117 ribu meter persegi dilengkapi 10 Hall tanpa tiang yang menjadikan ICE sebagai tempat pertunjukan dan pameran terbesar di Asia yang dimiliki oleh Grup Kompas Gramedia dan Sinar Mas. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas dampak badai El Nino di Indonesia. Rapat digelar, Kamis (6/8/2015), pukul 15.30 WIB di Kantor Presiden, Jakarta.

"Pada 31 Juli lalu, kita telah membahas dampak dari El Nino baik terhadap kekeringan, produksi kita dan juga yang berhubungan dengan kebakaran," ujar Presiden Jokowi ketika membuka rapat.

Presiden ingin mendegarkan laporan dari menteri terkait, terutama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengenai perkembangan dampak El Nino terhadap hasil sawah dan ladang pertanian.

"Dampak ini harus diantisipasi, baik di pertanian, perikanan, kehutanan dan yang paling penting juga terkait masalah ladang yang kemungkinan kering. Saya ingin dengar laporan mentan terkait sawah ladang yang kira-kira kekeringan," kata Jokowi.

Presiden juga menjelaskan dirinya telah mendengar langsung dari kepala daerah ketika melakukan kunjungan kerja ke daerah. Di Jawa Timur, Jokowi mengaku mendapatkan laporan dampak El Nino kecil terhadap hasil sawah dan ladang.

"Itu karena panen September yang nanti diperkirakan cukup besar. Gubernur Sulawesi Selatan juga, produksi beras di sana tidak ada masalah karena bulan September juga akan ada panen raya," tutur Jokowi.

Hadir dalam rapat di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Maritim Indroyono Soesilo, kepala Bulog Djarot Kusumayakti, Kepala BMKG Andi Eka Satya, kepala BPS Suryamin, Mensos Kofifah Indarparawangsa, Menhut Siti Nurbaya Mendag Rahmat Gobel dan Kepala Staf Presiden Luhut Binsar Panjaitan.

Ikuti kami di
Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Y Gustaman
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas