Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Proyek LRT Terhambat Masalah Pembiayaan

Pramono mengatakan jangan sampai nantinya Pemprov DKI yang menanggung beban biaya jika proyek tersebut nyatanya mandek.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Proyek LRT Terhambat Masalah Pembiayaan
Kompas.com/Alsadad Rudi
Contoh Layanan light rail transit (LRT) dengan nama Rapid KL yang beroperasi di Kuala Lumpur, Malaysia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan hingga kini proses pembiayaan proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta api cepat masih belum menemui kata sepakat.

"Kan ada bagian yang jadi tanggung jawab DKI, tetapi ada juga bagian yang jadi tanggung jawab investor di luar DKI Jakarta, ini harus ada kesamaan," ujar Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Pramono mengatakan jangan sampai nantinya Pemprov DKI yang menanggung beban biaya jika proyek tersebut nyatanya mandek.

"Sehinga di awal semuanya harus di appraisal. Siapapun nanti yang akan membangun, sumbernya darimana, dilakukan appraisal, karena appraisal itu dilakukan sejak awal, dalam kesepakatan yang diatur dalam Perpres," ucap Pramono.

Karena ini proyek jangka panjang, Pramono mengatakan Presiden Joko Widodo menginginkan kajian dilakukan secara hati-hati. Presiden juga memberikan tenggat waktu sampai tanggal 31 Agustus 2015 agar masalah pembiayaan segera dirampungkan.

"Tapi intinya beliau memberi batas sebelum 31 Agustus semua persoalan sudah selesai lalu kita mulai ground breaking," kata Pramono.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas