Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menkopolhukam Bantah 2 WNI yang Disandera di Papua Nugini Merupakan Intelijen

Disebutkan, satu dari dua WNI itu adalah seorang pekerja di perusahaan penebangan kayu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Menkopolhukam Bantah 2 WNI yang Disandera di Papua Nugini Merupakan Intelijen
Tribunnews.com/Tribunnews.com/Lendy Ramadhan
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam), Luhut Bisar Panjaitan, sedang memberi pengarahan tentang begaiaman caranya mempercepat penyerapan anggaran daerah kepada para pejabat daerah, di Kantor Kemendagri, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015). Tribunnews.com/Lendy Ramadhan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Binsar Panjaitan, membantah kabar yang beredar bahwa dua orang warga negara Indonesia yang disandera oleh OPM merupakan intelijen.

Disebutkan, satu dari dua WNI itu adalah seorang pekerja di perusahaan penebangan kayu.

"Oh gak betul (intelijen) sama sekali itu," kata Luhut dikonfirmasi wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Menurut Luhut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan otoritas Papua Nugini untuk mengetahui informasi terkini mengenai kasus penyaderaan ini.
Namun, sejauh ini, kata Luhut, korban tersandera yakni Sudirman (28) dan Badar (20) dalam keadaan baik.

Pemerintah Indonesia juga telah menerima informasi jika para penyadera merupakan orang-orang yang pernah masuk daftar pencarian orang di Timika, Papua.

"Laporan terakhir (para pelaku) pernah menjadi DPO dari Timika," tegas Luhut.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas