Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2015

Kamar Pemondokan Jemaah Asal Kediri Terbakar Gara-gara Lupa Matikan Penanak Nasi

Seorang jemaah haji ceroboh pergi umrah dan meninggalkan mesin penanak nasi listrik tetap menyala. Belakangan membakar isi rumah dan jemaah lain geger

Kamar Pemondokan Jemaah Asal Kediri Terbakar Gara-gara Lupa Matikan Penanak Nasi
YouTube
Ilustrasi kebakaran. 

Rice Cooker Ditinggal Umroh, Kamar Pemondokan Jemaah Terbakar

Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, MEKAH - Kamar jemaah terbakar di Hotel Sakkab Al Barakah, Aziziah, setelah penghuninya berangkat umrah sementara ia belum mematikan mesin penanak nasi, Kamis (17/8/2015).

Kamar di lantai 8 yang sedang ditinggali dua orang jemaah tersebut hangus terbakar. Meski tidak ada korban jiwa tetapi barang-barang jemaah di kamar 801 tersebut sebagian ikut terbakar.

Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Jaetul Muchlis Bashir mengungkapkan meski api tidak merembet tetapi jemaah yang berada di dalam hotel sempat dievakuasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Rice cooker menyala, padahal umrah berjalan sampai dua jam. Ini tentu saja sangat ceroboh," kata dia.

Kamar tersebut dihuni jemaah asal Kediri yang tergabung dalam kelompok terbang embarkasi Surabaya (SUB) 61. Pada saat kejadian jemaah baru tiba dan sedang melakukan umroh qudum, Rabu (16/9/2015).

Setelah lewat tengah malam tiba-tiba asap muncul dari kamar 801 tersebut. Dengan sigap petugas PPIH langsung mengevakuasi jemaah yang tinggal di pemondokan tersebut karena asap begitu cepat menyebar.

Selain itu, petugas membuka paksa kamar-kamar yang terkunci serta secepatnya memanggil petugas pemadam kebakaran "Jamaah histeris melihat asap," kata Muchlis.

Petugas kebakaran tiba cepat dan mengatasi kejadian tersebut. Dua jemaah yang berada di kamar tersebut dievakuasi untuk mendapat pertolongan karena menghirup asap.

"Keduanya jamaah risiko tinggi, sudah uzur. Dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan. Nanti Sansur akan cek kondisi mereka," beber dia.

Setelah dianggap aman dan bau asap hilang, jemaah diperbolehkan kembali ke pemondokan dan aktivitas jemaah sudah kembali normal.

"Setelah 1x24 jam, jamaah dari lantai 1 sampai 7 bisa kembali ke pemondokan 403. Untuk jamaah yang lantai 8 harus menunggu dulu karena bau asapnya memang sangat kuat," ujar Muchlis.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas