Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2015

DPR: Penyelenggaraan Ibadah Haji 2015 Lebih Baik dari Tahun Lalu

Meski ada yang perlu diperbaiki, Tim pengawas haji DPR RI menilai penyelenggaraan haji 2015 lebih baik dari tahun lalu.

DPR: Penyelenggaraan Ibadah Haji 2015 Lebih Baik dari Tahun Lalu
AP Photo/Mosaab Elshamy
Sejumlah jemaah haji sedang salat menghadap Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Minggu (13/9/2015). (AP Photo/Mosaab Elshamy) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim pengawas haji DPR RI secara umum menilai penyelenggaraan haji 2015 lebih baik dari tahun lalu. Demikian dikatakan Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Saleh menilai pemondokan yang disediakan untuk para jemaah sudah sangat baik sebagaimana yang dijanjikan. Begitu juga layanan katering yang disajikan sudah memenuhi cita rasa Indonesia.

"Tim pengawas DPR RI sepanjang hari kemarin telah berkunjung ke pusat-pusat pemondokan jemaah haji di Mekah. Tim dibagi ke dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok memeriksa dan mengawasj dua pusat lokasi pemondokan. Patut disyukuri, jamaah kita rata-rata mengatakan puas," kata Saleh.

Selain melihat secara langsung, tim pengawas haji DPR juga mengadakan wawancara langsung dengan para jemaah menyoal pemondokan, katering, transportasi, air, kapasitas kamar, musala, layanan kesehatan, bahkan ketersediaan dan kesigapan petugas. "Tentu tidak semuanya sempurna. Di sana-sini masih ada persoalan yang perlu diperbaiki," beber dia.

Politikus PAN itu mengungkapkan keluhan jemaah seputar ruang klinik dan obat-obatan yang terbatas, rotasi bis salawat yang masih sering terlambat, dan keterbatasan jumlah petugas.

Selain itu soal klinik satelit yang tersedia dinilai masih di bawah standar. Begitu juga obat-obatan masih banyak yang tidak tersedia, terutama obat-obatan yang terkait dengan penyakit pernafasan.

Sementara bis salawat yang mengangkut jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram sering sekali padat dan datang terlambat.

"Tidak jarang jemaah haji ada yang menunggu antara 45 menit sampai satu jam. Belum lagi bis salawat itu dipakai oleh seluruh jemaah yang berasal dari berbagai negara," kata dia.

Sementara itu, petugas-petugas yang ada sering sekali dinilai belum memahami peta persoalan haji. Hal itu dikarenakan sebagian di antara petugas tersebut baru pertama sekali berangkat ke Saudi.

"Tentu mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Sementara, jumlah yang harus dilayani sangat banyak dengan berbagai persoalan yang dihadapi," lanjut Saleh.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas