Sikapi Kasus Singkil, Politikus PKB Desak Kepala BIN Dicopot
Peran Kepala BIN Sutiyoso mulai dipertanyakan karena anak buahnya tak mampu mengantisipasi kerusuhan atas nama agama dan ras.
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PKB, KH Maman Imanulhaq, mempertanyakan peran Kepala BIN Sutiyoso meredam potensi kerusuhan atas nama agama dan ras seperti terjadi di Singkil, Aceh.
"Pecat Sutiyoso! Ganti kepala BIN-nya. Berapa kali kecolongan begini? Kerjanya apa dia? Copot saja sudah, enggak usah repot," ujar Maman usai memimpin doa Hijrah Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (14/10/2015).
Maman menjelaskan setidaknya ada dua kejadian besar yang terjadi di Indonesia atas isu agama dan ras di hari raya umat Muslim, yaitu Kasus Tolikara, Papua dan kasus Singkil, Aceh.
"Harusnya sudah dari awal BIN tahu soal ini. Namanya juga intelejen. Paling tidak bisa meminimalisir kekerasan," tambah dia.
Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi mengimbau semua pihak, terutama masyarakat Kabupaten Singkil dan daerah sekitarnya menahan diri menyikapi bentrok massa di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, Selasa (13/10/2015).
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. "Polri akan menangkap dan menindak tegas setiap orang yang terlibat dalam aksi pembakaran dan yang menembak dengan senapan angin,” kata Kapolda.
Kapolda berjanji akan mengusut tuntas insiden tersebut. "Kami meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya," beber dia.
Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka. Korban meninggal diketahui bernama Samsul (21) warga Buluhsema, Suro.