Prajurit Kopassus dan Warga Cijantung Salat Minta Hujan
Sebanyak 600 prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bersama masyarakat yang tinggal di sekitar Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, menggelar s
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yulis Sulistyawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebanyak 600 prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bersama masyarakat yang tinggal di sekitar Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, menggelar salat Istisqo atauu meminta hujan di lapangan upacara Makopassus, Rabu (28/10/2015).
Dalam salat tersebut, bertindak sebagai Imam dan Khotib K.H.Abdullah Ali.
Dalam ceramahnya K.H.Abdullah Ali mengajak kepada masyarakat untuk memohon ampun dan bertaubat kepada tuhan.
K.H.Abdullah Ali juga meminta masyarakat Indonesia memperbanyak istigfar, bertasbih dan mengucapkan kalimat dzikir agar musibah kebakaran lahan dan hutan yang mengakibatkan kabut asap cepat teratasi.
K.H.Abdullah Ali menambahkan, musibah kemarau panjang seperti ini pernah dialami semasa nabi Muhammad SAW.
Ketika itu, Nabi Muhammad mengajak kepada kaum muslimin untuk melaksanakan Salat Istisqo seperti ini.
Ibadah Salat Istisqo yang dilaksanakan usai upacara Sumpah Pemuda yang diikuti satuan jajaran Kopassus di Jakarta.
Tak hanya di markas Kopassus, Salat juga dilaksanakan di seluruh jajaran satuan Kopassus yakni di Grup-1 Kopassus, Grup-2 Kopassus dan Pusdiklatpassus .
Pelaksanaan Salat Istisqo diawali dengan Salat Sunat Dhuha dan diakhiri dengan doa bersama untuk memohon diturunkan hujan di seluruh Indonesia.
Digelarnya Salat Istisqo sebagai bentuk kepedulian TNI khususnya warga Kopassus dan masyarakat karena banyaknya terjadi kebakaran lahan dan hutan yang mengakibatkan bencana kabut asap diseluruh wilayah Indonesia sehingga terbebas dari kabut asap serta kebakaran lahan dan hutan.