Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nasdem: Pembentukan Pansus Asap untuk saat Ini Tidak Tepat

Johnny G Plate mengatakan pihaknya tidak setuju dengan wacana pembentukan panitia khusus (pansus) asap

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Nasdem: Pembentukan Pansus Asap untuk saat Ini Tidak Tepat
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Aktivis lingkungan dari Komunitas Satria Hijau membentangkan poster saat menggelar aksi menolak kabut asap di Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2015). Dalam aksinya mereka meminta pemerintah untuk menyelesaikan bencana kabut asap dan melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Nasdem di DPR, Johnny G Plate, mengatakan pihaknya tidak setuju dengan wacana pembentukan panitia khusus (pansus) asap. Sebab, pemerintah saat ini sedang berupaya menanggulangi kabut asap.

"Saat ini tidak tepat jika ada pansus asap, karena hanya akan menyita konsentrasi dan waktu kerja para menteri terkait," kata Johnny, Rabu (28/10/2015).

Anggota Komisi XI DPR itu menuturkan, alangkah baiknya semua unsur termasuk DPR fokus dalam penanganan kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan tersebut. Menurutnya, salah satu penyebab asap berkepanjangan karena El Nino.

"Lebih baik DPR menyelesaikan tugas utamanya yang masih belum optimal seperti menghasilkan UU sesuai Prolegnas 2015. Hingga saat ini baik kualitas maupun kuantitas (DPR) masih mendapat sorotan tajam dari masyarakat," tuturnya.

Masih kata Johnny, salah satu sumber kebakaran hutan adalah areal hak pengelolaan hutan (HPH) dan bekas HPH. Menurutnya, pemilik konsesi HPH yang bergerak di penebangan hutan tersebut, juga harus dimintakan pertanggungjawaban.

"Juga UU dan atau peraturan pemerintah yang diterbutkan pemerintah sebelumnya yang membolehkan pembakaran hutan lebih kurang 2 hektare, tentu kurang peka atas kerusakan lingkungan," tandasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas