Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Novanto: Golkar Belum Memikirkan Masuk Kabinet

Meski diakuinya, Golkar mendukung pemerintah dalam menjalankan program yang pro rakyat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Novanto: Golkar Belum Memikirkan Masuk Kabinet
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (keempat kanan) bersama Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid (ketiga kanan), Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kempat kiri), Ketua Harian Partai Golkar MS Hidayat (ketiga kiri), Ketua DPR Setya Novanto (kiri) dan Perwakilan Anggota DPR Partai Golkar Bambang Soesatyo (kedua kanan) dan Tantowi Yahya (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait putusan Mahkamah Agung yang mengesahkan Partai Golkar Munas Bali di Jakarta, Rabu (21/10/2015). Dalam keterangannya Partai Golkar versi Munas Bali menyatakan bersyukur atas keputusan MA yang memenangkan kubu Munas Bali dan mendesak Menkumham untuk mencabut SK Kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Golkar kubu Aburizal Bakrie, mengatakan, pihaknya belum memikirkan masuk kabinet pemerintahan Jokowi-JK.

Meski diakuinya, Golkar mendukung pemerintah dalam menjalankan program yang pro rakyat.

"Belum pernah berpikiran bahwa Partai Golkar untuk bantu kabinet," kata Setya Novanto di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Menurut Novanto akan berbeda jika Presiden Jokowi menunjuk langsung kader Golkar untuk menjalankan tugas sebagai menteri.

Menurutnya, Golkar tidak akan meminta sebuah jabatan menteri.

"Karena kabinet itu wewenang Presiden," tegasnya.

Namun yang terpenting saat ini di Golkar kata Novanto adalah persatuan permanen di internal partai berlambang pohon beringin itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, dengan adanya persatuan membuat Golkar kuat dan bersatu padu dalam membuat jaringan.

"Memperkuat jaringan dengan pemerintah juga. Tentu adanya persatuan, kita besama-sama memikirkan kondisi keadaan ekonomi Indonesia akan makin baik," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas