Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

JK: Pelanggaran Etika Besar Pasti Ada Sanksi

Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi adanya desakan yang menginginkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto untuk mundur dri jabatannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in JK: Pelanggaran Etika Besar Pasti Ada Sanksi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di Rumah Dinas Wakil Presiden, Menteng, Jakarta, Kamis (10/9/2015). Wakil Presiden Jusuf Kalla telah kembali ke rumah dinasnya setelah sejak Rabu (9/9/2015) menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Laporan Wartawan tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi adanya desakan yang menginginkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto untuk mundur dri jabatannya.

Setya diduga mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden seperti yang tertuan dalam transkif lobi Freeport.

Menurut pria yang akrab disapa JK ini, tindakan pencatutan nama kepala negara tersebut sudah masuk ke dalam pelanggaran etika berat, sehingga ada sanksi terhadap pelanggaran itu.

"Saya tidak tahu aturannya. Tapi kalau terjadi pelanggaran etika besar pasti ada sanksi," ujar JK di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (20/11/2015).

Karena sudah masuk ke dalam Mahkamah Kehormatan Dewan DPR, JK mengatakan sebaiknya diserahkan proses tersebut sepenuhnya kepada lembaga tersebut.

"Ya kalau itu kami serahkan sama lembaga DPR," kata JK.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas