Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pendirian Kuhindo Antisipasi Persoalan Penelantaran Jemaah Haji dan Umrah

Lahirnya Koperasi Umrah dan Haji Indonesia dikarenakan banyaknya persoalan yang dihadapi baik jemaah maupun calon jemaah umrah dan haji.

Pendirian Kuhindo Antisipasi Persoalan Penelantaran Jemaah Haji dan Umrah
TRIBUNNEWS.COM/ADI SUHENDI
Suasana di tempat tawaf usai Mekkah ditinggal jutaan jemaah haji 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lahirnya Koperasi Umrah dan Haji Indonesia (Kuhindo) dikarenakan banyaknya persoalan yang dihadapi baik jemaah maupun calon jemaah umrah dan haji.

Persoalan itu di antaranya penelantaran yang dilakukan oknum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) baik yang berizin atau pun tidak.

"Banyak anggota kami di daerah yang mengalami persoalan-persoalan pemberangkatan haji dan umrah. Itu semualah yang mendasari kita di Dewan Koperasi Indonesia untuk melahirkan Kuhindo. Insya Allah kita menjawab itu dengan kita menyiapkan atau memberikan suatu fasilitas dan menjamin keberangkatan mereka," kata Ketua Umum Kuhindo, HMA Pahlevi Pangerang, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Kuhindo salah satu cara pihaknya memberdayakan khususnya umat muslim di Indonesia, karena Kuhindo mempunyai visi sebagai penggerak ekonomi umat muslim di Indonesia.

"Kami akan menghimpun dana melalui tabungan haji dan umrah ini akan kita gunakan suatu kegiatan usaha yang bermanfaat, dan akhirnya mengembalikan manfaat itu kepada anggota. Jadi ini merupakan misi yang ingin kami tawarkan," tutur dia.

Langkah awal Kuhindo dalam ekspansinya telah melakukan kerjasama dengan PIHK Perdana Tour dikatakan Pahlevi, sebagai langkah awal dan bukan satu-satunya.

"Nantinya akan banyak PIHK yang akan kita gandeng agar para jamaah mempunyai banyak pilihan. Karena kami sadar, Kuhindo saat ini belum memiliki ijin memberangkatkan jamaah. Sehingga kita perlu banyak kerjasama dengan PIHK yang ada agar mau bernaung di Kuhindo ini," kata Pahlevi.

Pahlevi mengungkapkan, Kuhindo mempunyai target 100 ribu anggota pada tahun pertama didirikan. Sebenarnya, kalau bicara potensi anggota di Dekopin itu tersebar sebanyak 36 juta orang.

"Tinggal bagaimana tanggung jawab pengurus bersama jajarannya baik di pusat mau pun daerah untuk bersama-sama mengajak masyarakat untuk bergabung dalam Kuhindo," imbuh dia.

Menyikapi wacana Kementerian Agama yang ingin mengambil alih menyelenggarakan umrah, Pahlevi menilai, hal itu tidak adil.

"Saya pikir lahirnya Kuhindo ini menjawab persoalan itu. Masyarakat terlibat secara langsung baik penyelenggaraan atau pun pelaksanaan kegiatan dari umrah dan haji itu karena ini dimiliki oleh masyarakat," kelit Pahlevi.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas