Bos Freeport Sambangi Kejaksaan Agung Usai Jadi Saksi Kasus Rekaman 'Papa Minta Saham' di DPR
Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang baru selesai mengikuti sidang di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kurang lebih 12 jam, dia
Penulis: Valdy Arief
Editor: Adi Suhendi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Valdy Arief.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang baru selesai mengikuti sidang di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kurang lebih 12 jam, dia langsung menyambangi Gedung Bundar Kejaksaan Agung.
Maroef yang datang menggunakan mobil Honda Camry bernomor polisi B 1749 PAE sampai ke Gedung Bundar pada sekitar 00.30, Jumat (4/12/2015).
Ketika hadir di Gedung Bundar, Maroef langsung masuk ke dalam kantor Jampidsus tanpa memberikan keterangan.
Kedatangan Dirut PT Freeport Indonesia ke markas Korps Adhyaksa untuk memenuhi undangan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, terkait rekaman yang dia berikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said.
Rekaman pembicaraan yang menurut Arminsyah dipinjamkan Maroef, terkait penyelidikan dugaan permufakatan jahat oleh Ketua DPR Setya Novanto ketika mencatut nama presiden untuk meminta saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut.
Polemik yang dikenal dengan Papa Minta Saham, bermula saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan Ketua DPR RI Setya Novanto ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD), Senin (16/11/2015).
Pelaporan itu dilakukan karena Sudirman mengetahui Setya mencatut nama presiden dan wakil presiden saat bertemu Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin
Dalam pertemuan tersebut Ketua DPR meminta sejumlah saham guna memuluskan negosiasi perpanjangan kontrak karya pengelolaan wilayah Tembagapura, Papua oleh perusahaan tambang asal negeri Paman Sam itu.