Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Samadikun Tetap Harus Bayar Kerugian Negara Rp 169 Miliar Meskipun Nilai Uang Turun

Kejaksaan Agung selaku eksekutor akan melaksanakan eksekusi putusan sesuai putusan Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA) atas kasus penyele

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Samadikun Tetap Harus Bayar Kerugian Negara Rp 169 Miliar Meskipun Nilai Uang Turun
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Jaksa Agung HM Prasetyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung selaku eksekutor akan melaksanakan eksekusi putusan sesuai putusan Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA) atas kasus penyelewengan dana BLBI dengan terpidana, Samadikun Hartono.

Samadikun divonis 4 tahun penjara dan pembayaran kerugian negara sebesar Rp 169 miliar, pada 28 Mei 2003.

Hal itu dilakukan kendati nilai uang tersebut terbilang rendah jika dibandingkan pada saat pascakrisis tahun 2003 kala itu.

"Iya, saya tahu, semua tahu. Tapi, putusannya sekian, maka kami tidak bisa merubah putusan kan. Ya itu memang persoalan. Tetapi bagaimanapun, ada putusan itu, ya kami eksekusi putusan yang ada," kata Jaksa Agung HM Prasetyo, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/4/2016) malam.

HM Prasertyo hadir di Bandara Halim Perdanakusuma dalam rangka serah terima buronan kasus BLBI, Samadikun Hartono yang telah tertangkap dan dijemput dari Tiongkok.

Menurut Prasetyo, ada atau tidak penyitaan aset tergantung pada hasil verifikasi terhadap Samadikun setiba di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Kejaksaan akan melakukan pencarian jika benar Samadikun menyimpan aset di luar negeri.

"Iya, nanti berikutnya yang penting kami ketemu orangnya dulu. Ini kan orangnya 13 tahun buron. Sekarang kami syukuri sudah ketemu dan sudah berhasil kami pulangkan ke Indonesia," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas