Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penangkapan Samadikun Hasil Konsesi Indonesia-Tiongkok

Presiden Jokowi memberikan konsesi begitu banyak ke China

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Penangkapan Samadikun Hasil Konsesi Indonesia-Tiongkok
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terpidana kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Samadikun Hartono (kanan) dikawal Kepala BIN Sutiyoso (kedua kiri) serta pengawal lainnya usai turun dari pesawat di Bandara Halim PK, Jakarta, Kamis (21/4/2016) malam. Samadikun Hartono akhirnya ditangkap di Shanghai, China setelah buron selama 13 tahun terkait penyalahgunaan dana BLBI sebesar Rp 169,4 Miliar di tahun 2003. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Anggota Komisi III DPR RI, Syaiful Bahri Ruray menilai penangkapan buronan BLBI Samadikun Hartono tidak lepas dari hubungan baik Indonesia-Tiongkok.

Dikatakannya, menandatangani ekstradisi Samadikun bagi Tiongkok bukan lah hal yang sulit.

"‎Ini (penangkapan Samadikun) bukan operasi hukum semata, tapi lebih kepada konsesi besar Indonesia-Tiongkok," kata Syaiful dalam diskusi Smartfm di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/4/2016).

Syaiful menuturkan, penangkapan Samadikun dikarenakan pemerintah Indonesia memiliki hubungan diplomasi yang baik dengan Tiongkok.

Menurutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa Tiongkok pada pemerintahan Joko Widodo memiliki porsi investasi yang sangat besar dalam‎ mendukung pembangunan infrastruktur.

"Presiden Jokowi memberikan konsesi begitu banyak ke China. Dulu zaman orde bari kita melirik ke Amerika Serikat, Habibie sedikit ke Jerman, SBY kembali ke AS, sekarang ke China. China mendapat konsesi yang besar," ujarnya.

‎Masih kata Syaiful, dirinya melihat peran Badan Intelijen Negara (BIN) lebih terlihat dapat operasi penangkapan Samadikun.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, penangkapan Samadikun berbeda dengan politikus Demokrat M Nazarudin dimana Polisi dan KPK lebih berperan.

"Ini operasinya kepala BIN, di bawah kepemimpinan Sutiyoso. Beda saat menangkap Nazarudin dengan Samadikun," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas