Ketum IMM Kembali Terbitkan Buku Terbarunya
Buku ini mengajak pembaca untuk optimistis menjawab tantangan yang memanggil Indonesia untuk menunjukan “taring”nya
“Indonesia merdeka berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan Negara Republik Indonesia berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini kesadaran founding father menuntun kesadaran fikir dan kesadaran spiritual bangsa Indonesia dalam mengayuh bahtera Indonesia mewujudkan cita cita kemerdekaanya. Interaksi kesadaran fikir dengan kesadaran spiritual yang terintegrasi dalam tuntunan nilai-nilai kebenaran ilahi menjadi titik tolak peradaban yang meninggikan derjat manusia Indonesia. Menapak perjalanan bangsa 70 tahun Indonesia merdeka, timbul pertanyaan peradaban apa yg sedang kita bangun ketika realitas ketimpangan sosial yg semakin dalam, jurang kaya miskin serta korupsi yang tinggi sehingga identitas Negara dengan kemanusiaan yang adil dan beradab tidak membumi. Membangun kesadaran generasi muda khususnya mahasiswa dan pemuda satu keharusan karena pendidikan tinggi tanpa membangun kesadaran fikir dan spritual hanya melahirkan manusia narsis pragmatis miskin solidaritas. Sebagai aktifis IMM yang sarat dengan pengalaman pergerakan kemahasiswaan Beni tidak kenal lelah menggugah kesadaran nalar intelektual untuk Indonesia yang beradab” M.S Kaban, Menteri Kehutanan Republik Indonesia ke-9 2004 - 2009.
“Sebuah karya monumental dari tokoh gerakan mahasiswa dan Pemuda Nasional Plus Global " Beni Pramula", Buku ini Tidak Hanya Berisi Kritik Tajam dan Koreksi Terhadap Proses Berbangsa dan Bernegara, namun juga mampu menghadirkan ide dan gagasan cerdas sebagai tawaran solusi bagi indonesia berkemajuan yang lebih bermartabat. Membaca karya president AAYG ini, membawa kita ke alam realitas indonesia yang sesungguhnya, buku yang menyegarkan, mencerdaskan dan merangsang siapa saja yang membaca nya menjadi progresif revolusioner dalam ber-indonesia,” Tan Taufiq Lubis, President Of Organitations Islamic Coorperations Youth/OIC Youth Indonesia.
"Sebagai sahabat gerakan, Kami kerap bertemu nyaris saban hari dengan Tum Ben (Beni Pramula). Dia sangat semangat ketika bicara persoalan kebangsaan apalagi tentang ide ide perubahan. Dia anak muda yang mampu padukan leksis dan praksis. Ketika disodori naskah buku ini awalnya biasa saja buat saya karena nyaris setiap hari dalam Gerakan “Luruskan Kiblat Bangsa” kami sama-sama mengelaborasi pemikiran. Namun membuka halaman pertama saya terus membuka dan tidak melewatkan setiap kalimat pada halaman berikutnya hingga rampung. Buku ini memberikan gambaran tentang wacana dan gerakan sosialnya selama ini,” Karman BM, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia GPII).
Baca tanpa iklan